Negosiator Iran Respons Keras Ancaman Trump, Tolak Lanjutkan Perundingan Segi Empat

2 jam yang lalu 2

presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SWISS -- Perundingan antara Iran dan AS di Swiss Kembali menemui batu sandungan. Kendati mediator menilai negosiasi berjalan mulus, namun pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kerap kontroversial membuat Iran geram.

Diplomat Iran Esmail Baghaei mengatakan kepada media Iran bahwa delegasi mereka menolak untuk melanjutkan pembicaraan segi empat dengan AS, Pakistan, dan Qatar di Swiss setelah Trump mengeluarkan 'pernyataan yang mengancam' selama diskusi tersebut.

“Qatar dan Pakistan mencoba untuk melanjutkan pembicaraan, dan kami mengatakan bahwa itu bukan pertemuan segi empat,” katanya.

Presiden Trump mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran sementara Wakil Presiden Vance menghadiri pembicaraan dengan pejabat Iran di Swiss pada hari Minggu.

"Iran harus segera menghentikan para proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, bahkan lebih keras lagi!!!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Ahad.

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan di X bahwa angkatan bersenjata Iran siap untuk menanggapi ancaman. “Pandangan delegasi Iran adalah bahwa kita harus memaksa pihak lain untuk melaksanakan komitmennya,” tambahnya.

Baca Artikel Selengkapnya