REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada 28–30 April 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam upaya menjaga momentum perbaikan hubungan bilateral sekaligus membahas berbagai isu strategis di kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, dalam kunjungan tersebut Penny Wong akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Keduanya akan bersama-sama memimpin Dialog Luar Negeri dan Strategis kedelapan antara kedua negara.
“Selain itu, kedua menteri akan berdiskusi secara mendalam mengenai hubungan bilateral serta isu-isu internasional dan regional,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (27/4).
Hubungan diplomatik China dan Australia telah terjalin sejak 1972. Pada 2014, kedua negara sepakat meningkatkan hubungan ke level Kemitraan Strategis Komprehensif. Adapun kunjungan terakhir pemimpin Australia ke China dilakukan oleh Perdana Menteri Anthony Albanese pada Juli 2025.
Lin Jian menegaskan, China berharap kunjungan ini dapat memperkuat pemahaman bersama antar pemimpin kedua negara, meningkatkan kepercayaan politik, serta memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan.
“China terus mendorong hubungan China-Australia yang stabil, sehat, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua bangsa,” ujarnya.
Di sisi lain, hubungan kedua negara tidak sepenuhnya tanpa dinamika. Australia tetap berpegang pada kebijakan “Satu China” dengan tidak mengakui Taiwan, namun kerap menyuarakan isu hak asasi manusia di China. Isu tersebut mencakup kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, perlakuan terhadap tahanan politik, serta kondisi minoritas etnis di Xinjiang dan Tibet.
Dalam bidang ekonomi, China merupakan mitra dagang terbesar Australia. Pada periode 2024–2025, nilai perdagangan barang dan jasa kedua negara mencapai 309 miliar dolar AS, dengan kontribusi sekitar 24 persen terhadap total perdagangan Australia.
sumber : Antara

5 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·