Mojtaba Disebut Setuju soal Rencana Baru Iran Buka Selat Hormuz

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan rencana baru Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz telah dikoordinasikan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Pezeshkian menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan stasiun televisi Amerika Serikat, CBS. Pernyataan tersebut kemudian dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Sabtu (26/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Koordinasi dengan pemimpin revolusi (pemimpin tertinggi) telah dilakukan," kata Pezeshkian. Menurut Pezeshkian, Iran siap memenuhi kewajibannya jika AS menyetujui proposal tersebut.

"Jika AS menerimanya dan memenuhi kewajibannya, kami akan melakukan hal yang sama, dan tidak akan ada masalah dalam hal ini," tambahnya.

Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi pasokan minyak dunia. Selat tersebut menjadi titik utama dalam ketegangan antara Teheran dan Washington yang berlangsung selama hampir tujuh bulan.

Pezeshkian mengatakan Iran telah membentuk tim yang terdiri dari enam orang untuk membahas rencana tersebut. Tim ini "memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan" terkait proposal pembukaan kembali Selat Hormuz.

Tim tersebut mencakup perwakilan dari "berbagai organisasi dan lembaga, termasuk militer, parlemen, dan pemerintah".

Sementara itu, Washington belum memberikan tanggapan secara terbuka mengenai proposal tersebut. Sejumlah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump telah menolak rencana Iran.

Proposal tersebut antara lain menyerukan penghentian seluruh tindakan permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan persyaratan dalam proposal tersebut sama dengan yang tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan AS pada Juni.

Dalam proposal itu, Iran meminta AS membebaskan aset Iran yang dibekukan dengan nilai setidaknya US$$12 miliar. Iran juga meminta pencabutan sanksi terhadap sektor minyak Iran serta penghentian blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)

Baca Artikel Selengkapnya