Militer AS Evakuasi Tentara dan Diplomat dari Timur Tengah, Perang AS-Iran akan Dimulai Lagi?

4 hari yang lalu 5

SAlah satu pangkalan militer Amerika Serikat di Rukban, Yordania.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memangkas jumlah pasukannya secara "diam-diam" di sejumlah pangkalan militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan potensi eskalasi konflik.

Selain militer, Departemen Luar Negeri AS juga menginstruksikan pengurangan staf diplomatik di beberapa kantor perwakilan diplomatik AS di wilayah tersebut. Laporan ini disampaikan oleh NBC, Kamis (22/10/2026), mengutip dua pejabat AS serta dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Para sumber menyebut penarikan pasukan dan staf diplomatik AS ini mirip dengan pengurangan kekuatan yang dilakukan menjelang dimulainya perang dengan Iran pada Februari lalu. Langkah ini diambil sebagai "respons terhadap ancaman berkelanjutan di kawasan, termasuk yang bersumber dari Iran." Sejumlah tentara dilaporkan telah dievakuasi dari pangkalan AS yang berada di Yordania, Qatar, dan Kuwait.

Jet tempur Israel

Pada saat yang sama, media berbasis di AS, Axios, melaporkan puluhan jet tempur Israel melintas di atas wilayah udara Suriah dan Irak menuju perbatasan barat Iran pada Senin lalu sebagai bagian dari "latihan militer".

Menurut laporan Axios, pejabat Tel Aviv telah menginformasikan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa latihan tersebut bertujuan untuk menyorot kekuatan militer Israel sekaligus mencegah potensi serangan Iran ke wilayahnya di masa mendatang. Meski demikian, sejumlah pejabat AS yang dikutip Axios menangkap kesan bahwa Israel berharap Iran membalas manuver tersebut sehingga memberikan "justifikasi" bagi Tel Aviv untuk melakukan serangan balasan ke Teheran.

Baca Artikel Selengkapnya