Menteri Israel Serukan Pembunuhan 30 Sampai 40 Orang di Gaza Tiap Malam

57 menit yang lalu 1

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, dikelilingi oleh petugas keamanan, di Gerbang Damaskus selama

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan jauh, Itamar Ben-Gvir, menyatakan bahwa pasukan Israel seharusnya "membunuh 30 atau 40" orang di Gaza setiap malam. Menurutnya serangan Israel tak harus terbatas hanya menargetkan mereka yang menimbulkan bahaya.

Ben-Gvir menyampaikan komentar tersebut kepada Rom Braslavski—seorang mantan sandera Israel yang sempat ditahan di Gaza saat Israel melancarkan perang genosida di wilayah itu pascaserangan yang dipimpin Hamas pada Oktober 2023—dalam sebuah episode siniar yang muncul pada Ahad dan disebarluaskan secara luas di berbagai media Palestina.

"Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka seharusnya tidak hidup. Mereka bahkan bukan manusia," tambah Ben-Gvir sembari menyerukan pembunuhan terarah terhadap warga Palestina di Gaza.

Pernyataan tersebut merupakan yang terbaru dalam rangkaian panjang ucapan ekstrem dari Ben-Gvir, yang duduk di pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta memegang kendali atas kepolisian dan layanan penjara Israel.

Dilansir Aljazirah, menteri dari kubu sayap kanan jauh ini telah meningkatkan pengaruhnya di Israel menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada 27 Oktober.

Ben-Gvir mengatakan kepada Braslavski bahwa ia tidak setuju dengan keputusan Netanyahu untuk mengurangi intensitas serangan militer di Gaza di bawah ketentuan "gencatan senjata" saat ini; sebaliknya, ia mendesak dilanjutkannya kembali operasi pembunuhan terarah yang menyasar pihak-pihak di luar kategori ancaman aktif.

Ia tidak memiliki wewenang resmi atas militer dan tidak dapat memerintahkan serangan secara langsung, meskipun ia merupakan anggota kabinet keamanan Israel—kelompok menteri senior yang berperan merumuskan kebijakan perang dan keamanan.

Ben-Gvir juga berjanji kepada Braslavski bahwa ia akan mengupayakan agar Braslavski dapat berpartisipasi secara pribadi dalam eksekusi tahanan, seandainya hukuman mati—yang baru saja disahkan Israel bagi warga Palestina yang divonis bersalah oleh pengadilan militer atas serangan mematikan terhadap warga Israel—diterapkan.

Baca Artikel Selengkapnya