Menteri Israel Ben Gvir Ogah Tolak Perdamaian AS-Iran, Serukan Terus Serang Lebanon

2 hari yang lalu 6

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menolak perdamaian AS-Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, mengecam kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, Senin (15/6/2026).

Ben Gvir juga menolak penghentian serangan Zionis ke Lebanon dan meminta pemerintahan Israel tak terikat oleh kesepakatan tersebut.

"Kesepakatan Trump tidak mengikat kami... kami bukan pihak dalam kesepakatan ini. Ini tidak menjamin keamanan kami," kata Ben Gvir di saluran Telegram-nya, yang merupakan reaksi pertama dari seorang pejabat Israel terhadap kesepakatan tersebut.

Menurut Ben Gvir, Israel tak tidak boleh puas dengan perjanjian apa pun selain pembubaran Hizbullah. "Kita tidak boleh mundur dari sejengkal pun wilayah yang telah direbut dan dibersihkan oleh tentara kita,” katanya.

Presiden AS Donald Trump pada Ahad menegaskan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah hanya tinggal 'beberapa jam lagi'.

Ia geram dan menyalahkan Israel karena menunda penandatanganan kesepakatan menyusul serangan udara di Beirut yang memicu ancaman pembalasan dari Iran.

“Seharusnya sekarang. Sekarang dijadwalkan beberapa jam lagi,” kata Trump dalam panggilan telepon kepada Axios, sambil marah kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Mengapa Bibi harus melakukan serangan sialan itu?” katanya kepada Axios. “Saya sangat marah. Saya sudah memberitahunya. Dia tidak punya penilaian sama sekali.”

Baca Artikel Selengkapnya