Menlu Iran: Kami Sangat Siap, Bahkan jika Perang Besar-besaran

41 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya sangat siap menghadapi kemungkinan apapun termasuk perang besar-besaran melawan Amerika Serikat.

Meski demikian, Araghchi menyatakan pihaknya belum mengesampingkan upaya diplomasi setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal pembukaan kembali Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sepenuhnya siap jika perang kembali berkecamuk, dan saya tegaskan kembali, kami akan tetap teguh menghadapi agresi baru apa pun, bahkan jika itu berujung pada perang dahsyat yang menghancurkan," ujar Araghchi kepada program "Meet the Press" di NBC News pada Minggu, saat ditanya mengenai laporan Wall Street Journal bahwa Trump mungkin berencana melanjutkan pengeboman setelah pemilihan umum paruh waktu AS.

"Di saat yang sama, kami juga siap menempuh jalur diplomasi. Keputusan ada di tangan Presiden Trump."

Pekan lalu, Iran menawarkan kesepakatan untuk membuka kembali selat tersebut dan memulihkan lalu lintas maritim melalui jalur vital distribusi minyak dunia itu dalam waktu tujuh hari.

[Gambas:Video CNN]

Tawaran ini merupakan bagian dari rencana yang disampaikan kepada AS melalui Qatar, yang bertindak sebagai mediator, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Trump kemudian menolak tawaran Iran tersebut.

"Saya menolak usulan mereka (Iran). Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat itu karena mereka sedang mengalami kekalahan besar," ujar Presiden AS saat ditanya oleh wartawan mengenai pendapatnya tentang rencana Iran tersebut.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu tidak masalah. Saya juga suka membuat kesepakatan, tetapi kesepakatan yang itu tidak bisa diterima," ia menambahkan.

(bac)

Baca Artikel Selengkapnya