Menkeu Suahasil sebut arus modal asing masuk ke RI Rp140,7 triliun

48 menit yang lalu 1
Kalau beberapa bulan lalu kita masih melihat aliran modal keluar, di beberapa waktu terakhir kelihatan mulai masuk.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyatakan terjadi aliran arus modal asing masuk (capital inflow) ke Indonesia senilai Rp140,7 triliun per 14 September 2026.

Suahasil mengatakan tren itu menunjukkan perbaikan, setelah terjadinya tren arus modal keluar (capital outflow) beberapa bulan sebelumnya.

“Kalau beberapa bulan lalu kita masih melihat aliran modal keluar, di beberapa waktu terakhir kelihatan mulai masuk,” kata Suahasil dalam kegiatan ANTARA Business Forum (ABF), di Jakarta, Rabu.

Menkeu merinci aliran modal asing masuk itu terutama terjadi melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Sampai dengan 14 September, minggu yang lalu, akumulasi aliran modal masuk itu Rp140,7 triliun, lewat SBN dan SRBI,” katanya menjelaskan.

Menurut Suahasil, tren itu menunjukkan bahwa investor global mulai memiliki persepsi yang positif terhadap Indonesia. Terlebih, di tengah perekonomian dunia yang tengah mengalami turbulensi.

“Inilah satu pengelolaan ekonomi makro yang harus kita jaga,” ujarnya.

Menkeu mengaku telah menyiapkan tiga strategi fiskal untuk memperkuat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pertama, mengoptimalkan pengumpulan penerimaan negara serta meningkatkan rasio pajak (tax ratio).

Strategi itu diwujudkan melalui upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperluas basis pajak, serta memastikan implementasi Coretax berjalan secara efektif.

Ke depan, pemerintah juga akan terus menyelaraskan sistem perpajakan dengan perkembangan global dan ekonomi digital, serta mengoptimalkan penerimaan dari berbagai sumber.

Kedua, meningkatkan kualitas belanja. Menkeu Suahasil menggarisbawahi bahwa APBN juga harus mempertajam belanja dengan meningkatkan efisiensi serta ketepatan sasaran belanja.

Aspek lain yang juga menjadi perhatian yaitu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui harmonisasi kebijakan.

Terakhir, pembiayaan inovatif. Ketika APBN didesain untuk terus ekspansif, maka Suahasil mengatakan, pembiayaan juga harus dilakukan dengan makin inovatif.

“Kami mengeluarkan berbagai macam pembiayaan yang lebih inovatif supaya bisa berperan menjaga kesehatan APBN,” katanya lagi.

Baca juga: Modal asing 5,9 miliar dolar AS, Indonesia masih jadi tujuan investasi

Baca juga: OJK: Modal asing masuk di saham berlanjut, net buy Rp1,19 triliun

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya