Menkeu Purbaya yakin perbaikan IKK berkat guyuran stimulus pemerintah

47 menit yang lalu 1
Artinya kemungkinan besar beberapa stimulus yang kita berikan di akhir Juli, awal Agustus mulai terlihat di sistem perekonomian

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini guyuran stimulus pemerintah berperan dalam mendorong perbaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026.

Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Konsumen mencatat IKK pada Agustus 2026 sebesar 118,5 atau level optimis. Nilai itu lebih tinggi apabila dibandingkan dengan indeks Juli 2026 yang sebesar 116,8.

“Kalau kita lihat dari sebelumnya kan turun terus sampai bulan Juli, 116; Agustus naik 118. Artinya, ada pembalikan arah sentimen di masyarakat. Artinya kemungkinan besar beberapa stimulus yang kita berikan di akhir Juli, awal Agustus mulai terlihat di sistem perekonomian,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Setidaknya, kata dia, terdapat tiga stimulus yang diyakini memberikan dampak positif terhadap keyakinan konsumen.

Pertama, penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada perbankan yang mencapai sekitar Rp400 triliun. Suntikan dana ini bertujuan untuk memastikan kecukupan likuiditas perbankan sehingga fungsi intermediasinya bisa mendorong kredit ke sektor riil.

Kedua, kebijakan diskon bunga Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, di mana BLU menetapkan suku bunga sebesar 80 persen dari BI-Rate.

Terakhir, tambahan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp29 triliun.

“Sebagian kebijakan yang kami berikan di akhir Juli, awal Agustus, sudah mulai terefleksikan di masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Menkeu: Kewajiban pembiayaan KDKMP dibayar langsung ke Himbara

Baca juga: Purbaya: Pidana pajak dalam RUU Perampasan Aset harus berasas keadilan

Bendahara Negara pun optimistis IKK akan terus bergerak membaik ke depannya, terutama pada September 2026.

“September harusnya lebih naik lagi. Yang pembalikan di paruh keduanya mungkin belum terlalu tercakup, terbaca sepenuhnya. Nanti September harus naik ke lagi ke level yang lebih tinggi,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa perkembangan tersebut ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

IKE Agustus 2026 tercatat sebesar 109,4 atau lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 107,9.

Meningkatnya IKE bersumber dari kenaikan komponen pembentuknya, yaitu Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat masing-masing sebesar 104,1 dan 106,1, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 101,1 dan 104,1. Sementara Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tercatat pada level optimis sebesar 118,0.

Di sisi lain, IEK Agustus 2026 tercatat sebesar 127,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 125,7. IEK mencerminkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan.

Kenaikan IEK bersumber dari peningkatan seluruh komponennya, yaitu Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK), dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) yang tercatat masing-masing sebesar 134,9, 125,7, dan 122,1, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 133,6, 123,1, dan 120,4.

Baca juga: Purbaya siapkan skema pemda pinjam PT SMI, bayar sebagian pakai DBH

Baca juga: Purbaya sebut cicilan utang Whoosh berkisar Rp1 triliun per tahun

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya