Menkeu jadikan kredibilitas fiskal modal tarik minat investasi ke RI

9 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadikan kredibilitas fiskal sebagai modal untuk menarik minat investasi asing ke Indonesia.

Dalam agenda Investor Meeting yang diselenggarakan oleh Deutsche Bank di Bangkok, Thailand, Suahasil menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) sambil tetap memperhatikan kebutuhan pembangunan negara.

“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” kata Suahasil dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

Dia melanjutkan, Pemerintah Indonesia menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi ke depan.

Dalam APBN 2027, Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dengan pertumbuhan investasi mencapai 7 persen.

“Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto menambahkan fokus Pemerintah Indonesia juga mencakup kepercayaan investor yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, Kemenkeu menyiapkan strategi untuk terus membangun kepercayaan investor.

Strategi yang pertama yaitu terus membangun kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik fiskal, moneter, maupun sektor keuangan.

Kredibilitas dan kinerja perekonomian serta arah kebijakan juga secara reguler dikomunikasikan kepada pasar dan investor secara terpadu.

Kedua, menjaga disiplin dan integritas pasar.

“Hal ini penting untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid,” ujar Suminto.

Ketiga, terus melakukan pendalaman pasar keuangan, terutama dengan memperkuat investor institusional maupun ritel domestik.

Dengan begitu, kata Suminto, pasar keuangan tidak hanya lebih aktif dan likuid, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi dinamika keuangan global.

Baca juga: Suahasil komitmen jaga momen pertumbuhan sekaligus kredibilitas APBN

Baca juga: DEN perkirakan ekonomi tumbuh di kisaran 5,2-5,4 persen pada tahun ini

Baca juga: NEXT: Penerimaan pajak Agustus 2026 angin segar bagi fiskal nasional

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya