TEHERAN -- Arab Saudi dilaporkan menawarkan 1 miliar dolar AS kepada Houthi agar mau menghentikan serangan lewat mediasi oleh Iran. Menurut laporan Israel Hayom, Selasa (27/10/2026) kunjungan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman ke Iran bertujuan untuk mengamankan kesepakatan gencatan senjata dengan militan Houthi dengan Teheran sebagai perantara.
Sumber diplomatik kepada Israel Hayom bahkan menyebut, Pangeran Khalid membawa uang tunai untuk Houthi itu dengan menggunakan pesawat Hercules di mana dia juga ikut serta di dalamnya. Meski demikian, pejabat Saudi tak mengonfirmasi bahwa 1 miliar dolar AS itu telah dikirim ke Houthi.
"Kunjungan ke Teheran oleh Pangeran Khalid bin Salman, menteri pertahanan, dan perwakilan dari anggota negara Pakta Mekkah terjadi sebagai bagian dari upaya aliansi untuk meredakan ketegangan antara para pihak dalam krisis yang terjadi saat ini, mendukung dialog dan solusi diplomatik yang dilakukan oleh Qatar dan Pakistan," demikian laporan Israel Hayom.
Sebelumnya pada Ahad (25/10/2026), Houthi mengeklaim telah melancarkan tiga operasi militer menggunakan puluhan rudal balistik yang menargetkan bandara utama Arab Saudi di Riyadh serta dua pangkalan militer. Klaim itu disampaikan menyusul pengumuman pembukaan kembali sebagian penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, setelah ditutup selama dua pekan.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa operasi pertama menyasar Bandara Internasional King Khalid dan mengeklaim serangan tersebut telah "mencapai tujuannya.”
Operasi kedua, ujarnya, menargetkan area parkir pesawat, gudang amunisi, pusat kendali drone, dan berbagai fasilitas lainnya di Pangkalan Udara King Khalid yang terletak di Khamis Mushait, wilayah selatan Arab Saudi.
Saree juga mengeklaim bahwa operasi ketiga menghantam pangkalan angkatan laut Penjaga Perbatasan di Jizan, wilayah barat daya Arab Saudi, yang dikatakannya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka - meski ia tidak memerinci jumlah korban maupun detail lebih lanjut.
Ia kembali memperingatkan maskapai penerbangan, karyawan bandara, dan para penumpang untuk tidak menggunakan Bandara Internasional King Khalid dengan alasan fasilitas tersebut "tidak aman”.
Saree menegaskan bahwa kelompoknya akan terus melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi.
Pada Senin (26/10/2026) dini hari, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan ke ibu kota Sanaa dengan mengeklaim telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik yang digunakan oleh kelompok tersebut. Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengatakan salah satu peluncur tersebut telah digunakan dalam serangan Houthi terhadap ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dalam beberapa jam terakhir.
Dalam unggahan di platform media sosial X, ia mengatakan koalisi terus melanjutkan operasi untuk membongkar jaringan rudal balistik milik Houthi.
Sementara, tentara Yaman pada Ahad mengatakan pasukannya telah “melumpuhkan” sekitar 218 petempur Houthi dan komandan lapangan dalam 753 operasi selama 24 jam terakhir, serta menghancurkan atau merusak 78 kendaraan militer dan persenjataan.
Tentara mengatakan operasi tersebut menargetkan pusat komando garis depan, benteng pertahanan, posisi penembakan, konsentrasi pasukan, bala bantuan, dan kendaraan logistik sebagai bagian dari Operasi Fajar Yaman.
Serangan-serangan tersebut dilaporkan menghambat pergerakan bala bantuan Houthi yang menuju garis depan serta mendukung operasi penyergapan dan serangan darat yang dilakukan pasukan pemerintah.
Tentara Yaman tidak merinci jumlah korban tewas maupun luka-luka dari 218 orang yang disebut telah “dilumpuhkan”. Hingga kini, belum ada komentar langsung dari pihak Houthi.
sumber : Antara, Anadolu

54 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·