Maybank-Muslim Pro luncurkan aplikasi untuk persiapan haji dan umrah

1 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) dan Muslim Pro, pengembang aplikasi gaya hidup Muslim yang berbasis di Singapura, berkolaborasi meluncurkan aplikasi finansial Amanah Pro untuk membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah.

“Peluncuran Amanah Pro ini merupakan bagian dari inisiatif kami untuk terus memperkuat layanan di industri keuangan syariah,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan di Jakarta, Rabu.

Ia menuturkan, pengembangan aplikasi tersebut merupakan flagship initiative dari upaya transformasi perseroan, sejalan dengan strategi Maybank Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Ia mengatakan, Amanah Pro adalah platform teknologi perbankan syariah berbasis Banking-as-a Service (BaaS) yang memungkinkan mitra non-bank untuk menghadirkan layanan perbankan secara mudah dan fleksibel, termasuk tabungan umrah dan haji.

Melalui model BaaS tersebut, Muslim Pro sebagai mitra Maybank Indonesia dapat menyediakan layanan keuangan syariah kepada pengguna sebagai bagian dari ekosistem digital yang sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.

“Kami percaya layanan keuangan syariah akan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya tidak hanya bagi komunitas Muslim, tapi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Steffano Ridwan.

Peluncuran aplikasi finansial tersebut pun mendapatkan apresiasi dari regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Komisi XI DPR RI.

Baca juga: Antisipasi dampak The Fed, Prabowo instruksikan penguatan fundamental

Baca juga: OJK: Penurunan transaksi kripto efek normalisasi pasca-Bitcoin halving

Baca juga: Prudential Syariah beri tips siapkan dana pendidikan bagi anak

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengawasan Bank Syariah 1 OJK Ressita Nugrahaeni menyatakan Amanah Pro dapat menjembatani kemampuan platform digital sebagai one-stop service banking dengan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah yang terintegrasi.

Pihaknya menilai, aplikasi tersebut juga dapat memperkuat inklusi keuangan dan layanan digital perbankan syariah di Indonesia serta mendorong akselerasi pasar keuangan syariah sebagai salah satu katalisator pertumbuhan ekonomi nasional.

“Layanan (perbankan syariah) tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran dan kontribusi sektor keuangan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan menunjukkan Indonesia yang sejahtera, maju, dan bermartabat,” ucap Ressita Nugrahaeni.

Senada, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyambut kehadiran aplikasi perbankan tersebut sebagai upaya untuk mengoptimalisasi pasar keuangan syariah nasional, mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia.

Ia pun berharap langkah tersebut bisa meningkatkan inklusivitas dan memperkuat layanan perbankan syariah secara nasional, sehingga dapat berkontribusi terhadap realisasi Asta Cita pemerintah.

“Harapan kami tentunya Indonesia bisa mewujudkan Asta Cita untuk mencapai kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang tentunya perlu bantuan dari sektor perbankan,” imbuh Mohamad Hekal.

Baca juga: OJK komitmen perkuat industri SCF melalui dukungan digitalisasi

Baca juga: OJK siap sanksi pindar Indosaku jika terbukti langgar proses penagihan

Baca juga: OJK evaluasi pengajuan pendirian DPLK oleh sejumlah manajer investasi

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya