Jakarta (ANTARA) - Manulife Investment Management menilai prospek saham Asia masih menarik pada semester II 2026.
Optimisme itu didukung oleh prospek pertumbuhan laba perusahaan yang membaik, kondisi keuangan yang lebih longgar, serta beragam faktor pendorong pertumbuhan di masing-masing kawasan.
Head of Asia Equities Manulife Investment Management June Chua mengatakan, di China pihaknya melihat prospek pertumbuhan laba yang lebih berkelanjutan dalam 12 hingga 18 bulan ke depan setelah melewati periode pelemahan sebelumnya.
"Seiring pemulihan ekonomi yang semakin meluas dan stabilisasi siklus industri, kami tetap melihat peluang di berbagai area seperti AI, semikonduktor, manufaktur canggih, dan peralatan kelistrikan. Bersama dengan dukungan kebijakan dan valuasi yang masih menarik, hal ini menunjukkan latar belakang yang lebih konstruktif bagi saham Tiongkok dalam jangka menengah," kata June dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Selain China, Taiwan dan Korea Selatan juga dinilai masih memperoleh manfaat dari momentum kuat di ekosistem kecerdasan artifisial (AI).
Rantai pasok yang kuat dan tangguh, serta peningkatan teknologi yang terus berlangsung dinilai mampu mendorong pertumbuhan laba sektor semikonduktor dan industri terkait.
Di kawasan ASEAN, Chua memandang tantangan jangka pendek masih ada. Namun, upaya kebijakan yang terkoordinasi dan penguatan permintaan domestik diperkirakan dapat mendukung pemulihan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
"Dalam kondisi ini, saham Asia menawarkan sumber pertumbuhan dan diversifikasi yang berbeda. Namun, perbedaan kinerja antar pasar dan sektor masih tinggi, sehingga semakin menegaskan pentingnya pengelolaan investasi aktif serta pendekatan yang disiplin dan selektif dalam menangkap peluang di kawasan ini," ujarnya.
Sementara itu, Head of Asia Fixed Income Manulife Investment Management Murray Collis memprediksi obligasi Asia tetap berada pada posisi yang baik pada semester II 2026 seiring investor mencari sumber pendapatan dan diversifikasi.
Menurut dia, obligasi Asia menawarkan kombinasi imbal hasil yang lebih tinggi dan durasi yang lebih pendek dibandingkan instrumen global sejenis.
"Hal ini memberikan bantalan pendapatan yang lebih resilien terhadap volatilitas suku bunga. Kami melihat peluang pada obligasi berdenominasi dolar AS di Asia dan pasar obligasi mata uang lokal tertentu, di mana dukungan kebijakan dan fundamental yang solid dapat membantu menopang imbal hasil," katanya.
Pada instrumen kredit, obligasi berimbal hasil tinggi (high yield) di Asia dinilai menonjol karena menawarkan potensi imbal hasil yang menarik dan didukung fundamental yang membaik. Sementara itu, obligasi investment grade tetap ditopang pertumbuhan ekonomi kawasan yang sehat.
Di pasar obligasi mata uang lokal, selektivitas menjadi faktor penting.
Jepang dan India dinilai menawarkan peluang yang berbeda seiring kondisi kebijakan dan dinamika pasar yang mendukung pergerakan suku bunga maupun mata uang.
Collis juga mencatat faktor teknis masih mendukung pasar obligasi Asia, antara lain melalui terbatasnya pasokan bersih obligasi dolar AS di kawasan yang membantu menopang valuasi.
"Dengan latar belakang tersebut, obligasi Asia tetap berada dalam posisi yang baik untuk memberikan pendapatan dan diversifikasi, sekaligus menawarkan ketahanan relatif pada semester kedua 2026," ujarnya.
Manulife Investment Management menyimpulkan bahwa pengelolaan portofolio pada semester II 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan investor beradaptasi terhadap perbedaan laju pertumbuhan antarwilayah dan kondisi inflasi yang masih persisten.
Baca juga: IHSG jelang akhir pekan ditutup menguat ikuti bursa kawasan Asia
Baca juga: Analis: Kenaikan suku bunga global tak goyahkan daya tarik pasar Asia
Baca juga: Analis nilai gejolak global dorong investor fokus pada fundamental
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·