Malone Lam Curi Rp4,2 T di AS, Beli dan Lempar Tas Hermes saat Pesta

3 jam yang lalu 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Singapura Malone Lam, mengaku bersalah setelah terlibat dalam jaringan pencurian mata uang kripto senilai lebih dari US$260 juta atau sekitar Rp4,2 triliun.

Lam menyampaikan pengakuan bersalah tersebut di pengadilan AS pada Selasa (8/9). Ia mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi pemerasan dan pencurian mata uang kripto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana hasil pencurian kemudian digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah.

Salah satu barang yang dibeli menggunakan uang hasil kejahatan tersebut adalah tas tangan Hermes Birkin. Tas itu memiliki harga hingga puluhan ribu dolar AS.

Menurut Departemen Kehakiman AS (DOJ), Lam disebut melemparkan tas tersebut ke arah kerumunan orang saat menghadiri pesta di sebuah kelab malam.

Selain tas Hermes, Lam dan rekan-rekannya juga menggunakan hasil pencurian untuk membeli berbagai barang dan layanan mewah.

DOJ menyebut barang-barang tersebut antara lain jam tangan mewah dengan harga mencapai US$500 ribu, pakaian mewah senilai puluhan ribu dolar AS, serta penyewaan rumah di Los Angeles, Hamptons, dan Miami.

Lam juga disebut menghabiskan dana tersebut untuk menyewa jet pribadi selama melakukan perjalanan.

Ia juga menggunakan jasa tim keamanan pribadi yang mendampingi Lam.

Lam kemudian didakwa 20 tahun penjara oleh Pengadilan AS karena mendalangi pencurian uang kripto di AS.

(mge/bac)

Baca Artikel Selengkapnya