Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Malaysia bakal menugaskan polisi untuk berjaga di bandara usai seorang pilot asal Negeri Jiran ditangkap di Indonesia karena menyelundupkan narkoba.
Juru bicara pemerintah, Fahmi Fadzil, mengatakan kementerian dalam negeri dan perhubungan Malaysia akan menerapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keamanan penerbangan, termasuk menempatkan petugas polisi di pos-pos pemeriksaan tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malaysia Airlines juga akan merevisi protokol mereka untuk pemeriksaan latar belakang dan kesehatan pilot serta kopilot," kata Fahmi dalam pengarahan pada Rabu (5/8) usai rapat kabinet.
Seorang pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia, pada Selasa (28/7) karena menyelundupkan narkotika jenis sabu dan ekstasi.
Penangkapannya dilakukan setelah petugas Bea Cukai mencurigai bagasinya saat pemeriksaan X-ray di Terminal 3 Kedatangan Internasional. Kecurigaan itu terbukti karena petugas menemukan 14 bungkus besar berisi 70 ribu pil ekstasi dan satu bungkus paket narkotika jenis sabu di dalam kopernya.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan, Mohd Saufi, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, mengaku diperintahkan seseorang untuk membawa sabu ke Jakarta dengan imbalan sebesar RM50.000 (sekitar Rp218 juta).
Pengembangan kasus kemudian mengungkap bahwa tersangka membawa botol kecil berisi urine. Menurut Humas Bea Cukai Soekarno-Hatta, Satria Yudhatama, botol tersebut diduga dipersiapkan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan narkoba.
Meski demikian, botol tersebut belum sempat digunakan ketika petugas melakukan tes urine terhadap tersangka. Botol itu ditemukan tersimpan di dalam tas milik Mohd Saufi.
Hasil tes urine menunjukkan bahwa Mohd Saufi positif mengonsumsi tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan kokain. Temuan ini mengindikasikan bahwa tersangka berada dalam pengaruh narkotika saat menerbangkan pesawat.
Menurut otoritas Malaysia, tersangka melewati pemeriksaan berlapis di Bandara Internasional Kuala Lumpur sebelum bertolak ke Jakarta.
Kepolisian Malaysia mengaku telah menetapkan seorang karyawan bandara sebagai tersangka usai menyelidiki bagaimana sang pilot bisa lolos pemeriksaan dengan membawa narkoba di bagasinya.
(blq/dna)

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·