Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prancis Emmanuel Macron membela habis-habisan Palestina saat pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 pada Selasa (22/9).
Macron mengatakan sejumlah pihak ada yang bersikap sinis terhadap keputusan negara-negara yang mengakui kedaulatan Palestina dalam pertemuan PBB tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mempertanyakan kredibilitas mereka karena memilih berdiam diri menyaksikan kebrutalan Israel di Palestina.
"Saya mendengar nada sinis dari sebagian orang, 'Pengakuan di atas kertas saja, lihatlah kenyataannya'," ujar Macron, dikutip dari Middle East Eye.
"Kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus diam terkait situasi di Gaza? Ada pihak yang membanggakan bahwa perdamaian telah tercapai, namun hal ini belum membuka jalan bagi penyaluran bantuan kemanusiaan," lanjutnya.
"Ini pemandangan yang mempermalukan kita semua."
Prancis mengakui kemerdekaan Palestina dalam konferensi tingkat tinggi solusi dua negara yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi pada 22 September 2025 di markas PBB.
Macron saat itu menyatakan tak ada pembenaran atas perang yang berlangsung di Jalur Gaza.
Dalam pidatonya pada Selasa, Macron kembali menyoroti kekejaman Israel di Palestina yang menurutnya tidak lagi masuk akal.
"Lihatlah apa yang terjadi di Tepi Barat, di mana pelanggaran terus terjadi setiap hari. Atas nama apa? Hamas tidak pernah aktif di Tepi Barat," ujarnya.
Macron secara konsisten mengkritik Israel atas kekejaman di Gaza dan Tepi Barat. Ia menentang permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, karena kerap kali mencelakai warga Palestina.
Menurut Macron, Israel berusaha memajukan proyek politik dan menghancurkan prospek dua negara yang selama ini diupayakan komunitas global.
(blq/bac)

54 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·