Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pangeran Saudi Mohammad Bin Salman (MBS) dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) dilansir Ynet, Senin (12/10/2026) berpindah-pindah dari satu istana ke istana lainnya yang dilengkapi bunker dengan penjagaan ketat di tengah meningkatnya eskalasi serangan rudal dari kelompok militan Houthi. Laporan WSJ berdasarkan keterangan dari beberapa pejabat kerajaan yang mengetahui hal ini.
Pangeran berusia 41 tahun itu meningkatkan sistem keamanan terhadap dirinya saat Riyadh dibombardir Houthi termasuk dua kali serangan terhadap bandara internasional yang menewaskan total 14 orang. Kemunculan terakhir MBS di publik terjadi pada Selasa pekan lalu, saat ia mendonorkan darahya sebagai bagian dari kampanye nasional.
Pada Sabtu (10/10/2026) setidaknya satu rudal Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, menewaskan 12 orang dan melukai ratusan lainnya. Dua terminal bandara mengalami kerusakan parah, di mana satu atap terminal roboh.
Di antara korban tewas adalah seorang awak kabin berkebangsaan Mesir berusia 28 tahun yang dilaporkan meninggal setelah kehilangannya satu lengannya. Video yang diverifikasi oleh Storyful menunjukkan para penumpang berlarian meninggalkan terminal yang lantainya berlumuran darah.
Serangan Houthi berlanjut pada Ahad (11/10/2026), saat sebuah proyektil dilaporkan menghantam bandara yang memicu kebakaran di Terminal empat. Dua orang meninggalkan dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan kedua Houthi itu.
Peningkatan eskalasi telah membuat Riyadh kini menjadi sebuah zona konflik baru. Warga dipaksa untuk mencari tempat perlindungan saat beberapa ledakan terdengar di kawasan ibu kota. Pekerja di distrik finansial, pelajar dan beberapa sekolah internasional serta diplomat diinstruksikan untuk mengevakuasi diri dari gedung-gedung atau mencari tempat aman.
Peningkatan eskalasi konflik dengan Houthi terjadi di tengah MBS mengalami tekanan di dalam negeri atas ambisi transformasi program ekonominya. Selama beberapa tahun terakhir, MBS mencoba mentransformasi Arab Saudi menjadi sebuah destinasi pariwasata global, investasi dan teknologi, dengan menginvestasikan dana besar demi pembangunan infrastruktur masa depan seperti Neom dan proyek-proyek besar baru di Riyadh.
Ambisi MBS itu saat ini terancam oleh kerusakan situasi keamanan. Serangan Houthi menargetkan bandara, kilang minya, dan jalur pia minyak Timur-Barat. yang selama ini menjadi nadi ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz. Houthi juga mengancam lalu lintas kapal di Laut Merah, yang melemahkan garis hidup vital ekonomi Saudi.

3 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·