presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 'memanas' pada Selasa. Ketegangan ini menggarisbawahi perbedaan besar tentang bagaimana menangani perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Demikian menurut laporan media AS seperti dilansir TRT, Rabu (20/5/2026).
"Percakapan itu terjadi setelah Trump memberi tahu Netanyahu bahwa ia sedang bersiap untuk meluncurkan serangan terarah baru terhadap Iran di awal pekan, sebuah operasi yang diperkirakan akan diberi nama Operasi Sledgehammer," tulis laporan CNN sebelumnya.
Trump kemudian mengumumkan bahwa ia membatalkan serangan yang direncanakan pada Selasa setelah permintaan dari sekutu utama Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Namun selama percakapan telepon satu jam pada Selasa, Netanyahu mengatakan kepada Trump bahwa menunda serangan itu adalah sebuah kesalahan. Menurut seorang pejabat AS, Netanyahu mendesak Trump untuk melanjutkan aksi militer seperti yang direncanakan semula.
“Perbedaan itu jelas, Trump ingin melihat apakah kesepakatan dapat dicapai, tetapi Netanyahu mengharapkan sesuatu yang lain,” kata seorang pejabat Israel kepada CNN.
Perbedaan antara Washington dan Tel Aviv
Dalam beberapa hari terakhir, negara-negara Teluk telah terlibat dalam upaya mediasi intensif bersama para pejabat Gedung Putih dan Pakistan untuk mengembangkan kerangka kerja baru negosiasi.
“Kita berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” kata Trump kepada wartawan pada hari Rabu.
“Kita akan mencapai kesepakatan atau kita akan melakukan beberapa hal yang sedikit kasar. Tapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi.”
Netanyahu, yang secara konsisten menganjurkan sikap militer yang jauh lebih agresif terhadap Teheran, semakin frustrasi dengan penundaan tersebut. Menurut Netanyahu penundaan hanya memperkuat posisi Iran.
"Frustrasi di lingkaran dalam Netanyahu semakin meningkat, dengan para pejabat senior Israel mendesak keras untuk melakukan serangan baru dan menyatakan kekesalan atas apa yang mereka sebut sebagai penundaan diplomatik Iran," kata sumber Israel lainnya kepada CNN.

6 jam yang lalu
13






English (US) ·
Indonesian (ID) ·