Laporan: Israel Taruh Pasukan di Azerbaijan untuk Serang Iran

3 jam yang lalu 5

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU – Israel dilaporkan secara diam-diam mengerahkan personel militer dan intelijen ke beberapa negara yang berbatasan dengan Iran selama perang. Mereka membangun jaringan posisi rahasia yang digunakan untuk pengawasan, operasi drone, dukungan logistik, dan potensi misi penyelamatan.

Mengutip empat sumber yang mengetahui masalah ini, CNN mengungkapkan bahwa salah satu pengerahan pasukan paling signifikan terjadi di Azerbaijan, di mana pasukan Israel beroperasi dari berbagai lokasi di dekat perbatasan utara Iran. Beberapa posisi terletak di selatan Azerbaijan, relatif dekat dengan kota Tabriz di Iran, yang menjadi sasaran perang.

Menurut laporan tersebut, unit operasi khusus Israel, personel intelijen, dan anggota Mossad ditempatkan di lokasi tersebut, melakukan aktivitas pengintaian dan misi terkait drone. Kehadiran tersebut dilaporkan memberi Israel posisi yang menguntungkan untuk memantau perkembangan di Iran utara dan mendukung operasi militer selama perang.

Laporan itu mengatakan situs-situs Azerbaijan merupakan bagian dari jaringan fasilitas rahasia yang lebih luas yang dikelola “Israel” di seluruh wilayah. Sumber mengatakan kepada CNN bahwa posisi tambahan telah didirikan di Irak, Uni Emirat Arab, dan Somaliland.

Awalnya dimaksudkan sebagai lokasi dukungan darurat untuk operasi penyelamatan potensial, fasilitas tersebut dilaporkan berkembang menjadi posisi depan yang digunakan untuk pengumpulan intelijen dan dukungan logistik. Pengerahan tersebut dilaporkan memungkinkan pasukan Israel untuk beroperasi dari berbagai arah di sekitar Iran, memperluas jangkauan mereka selama perang.

Salah satu sumber mengatakan kepada CNN bahwa operasi Azerbaijan melibatkan beberapa lusin personel, termasuk anggota pasukan operasi khusus Israel, unit penyelamat udara elit, dan agen Mossad.

Sementara itu, juru bicara kedutaan Azerbaijan di Washington menolak tuduhan tersebut, dan mengatakan kepada CNN, "Kami dengan tegas menolak klaim tidak berdasar mengenai dugaan penggunaan wilayah Azerbaijan untuk operasi melawan negara ketiga."

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Somaliland memberi Israel posisi strategis tambahan yang dapat digunakan oleh pesawat yang beroperasi dalam misi jarak jauh menuju Iran.

Israel dilaporkan menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland pada bulan Desember, sementara Uni Emirat Arab mempertahankan kehadiran komersial dan militer yang signifikan di kota pelabuhan Berbera.

Di Irak, laporan itu mengatakan Israel memiliki dua fasilitas rahasia yang berfungsi sebagai logistik dan fungsi pencarian dan penyelamatan selama perang berlangsung. Otoritas militer Irak sebelumnya membantah adanya pangkalan militer asing yang tidak sah di negara tersebut.

Baca Artikel Selengkapnya