Dua wanita Iran berjalan di depan banner bergambar bendera Iran di Kota Teheran, Rabu (14/10/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Militer Isreal dilaporkan Financial Times (FT) pada Rabu (21/10/2026), telah menyiapkan serangan terhadap Iran dan operasi beberapa hari pada akhir pekan 10 Oktober 2026. Namun, seperti dilansir Jerusalem Post, rencana serangan itu dibatalkan lantaran ditentang oleh Presiden AS Donald Trump.
Menurut laporan FT mengutip tiga sumber anonim, IDF sudah menyiapkan skenario serangan terhadap beberapa target termasuk infrastruktur sipil, fasilitas nuklir, dan rezim Republik Islam Iran. Skala serangan itu, seyogiayanya akan lebih besar daripada Operasi Roaring Lion pada Februari lalu.
Namun Trump menentang rencana itu lantara dia tidak ingin ada konflik militer di Timur Tengah menjelang pemilu sela AS pada 3 November mendatang. Tidak jelas apakah AS juga akan terlibat dalam serangan Israel pada 10 Oktober, namun sumber FT mengungkap, "bukanlah skenario yang tidak beralasan" bahwa AS dan Israel akan melancarkan serangan bersama pada pekan-pekan mendatang.
"Akan ada kesepakatan atau sebuah serangan," kata sumber FT.
Pada Senin (19/10/2026), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu di Israel. Reuters melaporkan bahwa Hegseth mengonfirmasi kunjungan itu namun tidak mengelaborasi detail perbincangannya dengan Netanyahu.
Menurut KAN News, pada Selasa, Hegseth dan Netanyahu membahas soal Iran. Menteri Pertahanan Israel Katz juga dilaporkan hadir dalam pertemuan itu, namun Kepala IDF Eyal Zamir dan beberapa pejabat senior Israel lain tidak diundang dengan alasan yang dirahasiakan.
Sumber di kalangan pejabat AS kepada Jerusalem Post mengatakan bahwa, perwakilan dari Uni Emirat Arab juga hadir dalam pertemuan Hegseth-Netanyahu. Hegseth dilaporkan tiba dengan pesawat militer ketimbang pesawat pemerintahan AS untuk menghindari kecurigaan atas pertemuan rahasia itu.
Pertemuan Hegseth-Netanyahu terjadi delapan hari jelang pemilu Israel dan diskusi intens antara Washington dan Tel Aviv soal akan dilanjutkannya operasi militer terhadap Iran.
sumber : Antara, Anadolu

1 hari yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·