Lalu-Lintas di Selat Bab al-Mandab Turun Hingga 56 Persen Usai Houthi Blokade Kapal Arab Saudi

2 jam yang lalu 3

Juru bicara kelompok militan Yaman, Yahya Saree.

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Bab al-Mandab mengalami penurunan hingga 56 persen setelah pengumuman dari kelompok Houthi untuk menutup jalur tersebut bagi kapal-kapal Saudi. Data tersebut diperoleh surat kabar Uni Emirat Arab National dari perusahaan analisis Kpler.

Menurut koran tersebut, pada Ahad (26/7/2026), ada sekitar 15 kapal yang melewati jalur tersebut. Angka tersebut menurun 56 persen dari jumlah kapal yang melintas pada Senin (20/7/2026), saat Houthi mengumumkan embargo, yakni sebanyak 34 kapal

Sementara itu, dari data Kpler disebutkan bahwa sembilan dari kapal tersebut berlayar keluar Laut Merah, sementara enam lainnya memasuki wilayah perairan itu. Kapal-kapal tersebut membawa bahan-bahan seperti minyak mentah, gandum, dan pupuk.

Sebelumnya, Houthi menerapkan blokade laut bagi Arab Saudi sebagai tanggapan atas penguasaan wilayah udara Yaman selama 12 tahun oleh kelompok tersebut dan penembakan bandara Sanaa ketika sebuah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi sedang mendarat.

Pada Senin diumumkan, kelompok Houthi menyerang tiga kapal tanker minyak Saudi dalam dua hari terakhir, menurut sumber Yaman kepada stasiun televisi Lebanon, Al Mayadeen. "Dalam 48 jam terakhir, angkatan bersenjata Yaman telah menyerang tiga kapal tanker minyak Saudi," kata sumber tersebut.

Sumber tersebut mencatat bahwa 16 kapal Saudi telah berbalik arah karena tidak dapat melewati Selat Bab al-Mandab yang dikuasai Houthi dalam enam hari terakhir, dimulai pada 20 Juli. "Sejak Yaman memberlakukan blokade, tidak satu pun kapal tanker minyak Saudi yang melewati Selat tersebut baik dari arah mana pun," imbuh sumber itu.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

Baca Artikel Selengkapnya