Jakarta, NU Online
Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) Mahmud Syaltout menilai program pendampingan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan beasiswa bagi siswa serta santri merupakan langkah maju dalam proses kaderisasi generasi muda NU.
Syaltout menyampaikan hal itu pada kegiatan 'Seminar Karier 3 Beasiswa Untuk Talenta NU (BESTNU)' di Gedung PBNU, Lantai 8, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, program tersebut menjadi terobosan baru karena menghadirkan pembekalan yang lebih terstruktur bagi pelajar sebelum melanjutkan pendidikan tinggi.
“Kalau menurut saya, acara ini bagus sekali. Ada pembekalan, penyamaan frekuensi, dan persiapan. Buat saya, ini sebuah langkah maju, sebuah terobosan,” ujarnya.
Syaltout mengatakan, pada masa sebelumnya, santri NU belum mendapatkan pendampingan yang terarah seperti saat ini. Karena itu, ia menilai program tersebut dapat membantu peserta memahami arah pendidikan dan pengembangan diri ke depan, termasuk peluang melanjutkan studi hingga luar negeri.
“Di era saya, santri-santri NU tidak ada pembekalan seperti ini. Kita tidak mengerti arahnya bagaimana, nanti kuliah seperti apa, kalau kuliah ke luar negeri seperti apa,” kata dosen Universitas Paramadina itu.
Ia berharap peserta program dapat menjadi generasi sukses yang nantinya kembali mengabdi kepada masyarakat dan Nahdlatul Ulama.
“Mudah-mudahan semuanya sukses, bisa menjadi aset jam’iyah, kemudian bisa berkhidmat kembali dan menjadi orang sukses yang bisa berbagi pengalaman kepada adik-adik berikutnya,” tuturnya.
Syaltout juga menyebut program tersebut merupakan inovasi kaderisasi NU di abad kedua. Menurutnya, program seperti ini belum pernah ada pada masa awal perkembangan NU.
“Ini seperti arahan Ketum (PBNU/KH Yahya Cholil Staquf), kita menyiapkan kader-kader terbaik di abad kedua NU,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut ditujukan bagi pelajar yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah maupun menerima program beasiswa NU.
Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah menekankan pentingnya investasi keterampilan sejak usia muda sebagai bekal masa depan. Menurutnya, anak muda tidak hanya perlu mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang mendukung kehidupan sosial hingga profesional.
Sebab, investasi itu bukan hanya soal finansial, tetapi juga kemahiran berbicara di depan umum, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan kecakapan sosial lainnya.
"Ketika umur 60 tahun, skill, human resources yang sudah diinvestasikan dari muda itu sudah akan menurun kan, tetapi kemudian kesejahteraan finansial, karena dari awal, dari sejak muda, tidak membutuhkan dulu, maka itu akan tetap menjadi kesejahteraan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ufi menyampaikan bahwa kesejahteraan dan perlunya kapasitas lain yang terbentuk mulai dari usia dini sebagai bekal masa tua nanti.
Senada dengan hal itu, salah satu siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Pasuruan Marsya Yona Zhafira Putri mengaku memperoleh banyak wawasan baru, terutama terkait pengembangan diri dan kepemimpinan.
"Saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana meningkatkan cara belajar, kemudian cara mengupgrade diri untuk menjadi lebih baik, dan juga menjadi leader terbaik untuk masa depan," ujarnya.
Ia menilai materi yang disampaikan para narasumber sangat relevan bagi pelajar. Salah satu materi yang paling berkesan adalah pemaparan mengenai metode meningkatkan daya tangkap dalam proses pembelajaran.
"Dan yang paling gong materi yang didapat adalah dari Pak Syaltut tadi yang di mana itu berisi tentang bagaimana cara meningkatkan pembelajaran atau bagaimana cara meningkatkan daya tangkap dalam pembelajaran yang akan meningkatkan performa belajar di diri sendiri," katanya.
Marsya ingin memperluas relasi pada seminar ketiga ini. Ia juga berharap materi yang disampaikan akan sangat bermanfaat untuk dirinya dan teman-teman di masa depan nanti.
"Dan juga saya harap untuk saya mendapatkan kesempatan lagi di NU untuk menambah wawasan dan relasi saya di beasiswa ataupun kepanitiaan atau masuk ke Ormas NU sendiri," pungkasnya.
Kontributor: Nisfatul Laila

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·