Laba bersih Danamon Rp2,4 triliun pada semester I 2026, naik 33 persen

2 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (kode saham BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun pada semester I 2026, tumbuh 33 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Sepanjang semester pertama 2026, Danamon konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup,” kata Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dari sisi intermediasi, Danamon mencatat total kredit dan trade finance konsolidasian tumbuh sebesar 12 persen (yoy) hingga mencapai Rp230,1 triliun.

Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang oleh performa pada lini bisnis enterprise banking and financial institution yang naik sebesar 19 persen menjadi Rp109,7 triliun, serta diikuti dengan pertumbuhan berkelanjutan dari lini bisnis SME banking, consumer banking, dan anak perusahaan Danamon.

Sementara, pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account/CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp181,7 triliun, meningkat 14 persen (yoy).

Perseroan mencatat, oendapatan operasional meningkat 7 persen (yoy) menjadi Rp12,6 triliun, yang turut mendukung pencapaian laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp2,4 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) sebesar 8,1 persen.

Per 30 Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) Danamon berhasil diturunkan menjadi 7,8 persen, membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat yang sama, Danamon terus mempertahankan tingkat pencadangan yang solid dengan NPL coverage ratio yang mencapai 282,4 persen.

Perseroan menyatakan terus memperkuat sinergi dalam lingkup grup perusahaan. Adapun perseroan telah melakukan penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia (HCI) yang efektif pada 24 Juni 2026 dengan melakukan pembelian saham HCI yang sebelumnya dimiliki oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Langkah ini dilakukan dalam rangka pemenuhan persyaratan pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional dan Konglomerasi Keuangan MUFG (KK MUFG). Melalui penyertaan modal tersebut, Danamon menjadi pemegang saham pengendali (PSP) HCI.

Perseroan menyatakan komitmen untuk memastikan pengelolaan dan pengembangan bisnis HCI. Sinergi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kemampuan grup dalam menyediakan solusi keuangan yang holistik dan berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, dan para mitra strategis untuk memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan Danamon, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Nobuya.

Baca juga: Danamon catat tabungan valas naik 52 persen didorong transaksi nasabah

Baca juga: Bank Danamon target pertumbuhan simpanan valas capai 50 persen

Baca juga: Danamon catat laba bersih kuartal I capai Rp1,1 T, tumbuh 35 persen

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya