Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, bergerak melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.774 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS, seiring eskalasi konflik antara AS dengan Iran.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.750 - Rp17.820 dipengaruhi oleh global masih berlanjutnya kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Kantor Berita Rusia, Sputnik, melaporkan bahwa AS melakukan penyerangan terhadap acara pernikahan di Iran yang mengakibatkan korban jiwa empat orang.
Jika diakumulasi total serangan AS di berbagai wilayah Iran, korban yang mengalami luka-luka sebanyak 50 orang.
Sentimen lainnya berasal dari meningkatnya ekspektasi inflasi AS akan mendorong kebijakan pengetatan moneter oleh The Fed, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan ini meningkat.
“Ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga oleh The Fed per September meningkat menjadi 66 persen dari sebelumnya hanya 35 persen. Kenaikan bunga (diperkirakan) 25 bps (basis points) menjadi 4 persen,” ucap Rully.
Melihat sentimen domestik, surplus neraca perdagangan yang semakin kecil memberikan tekanan bagi rupiah seiring tren permintaan dolar AS yang naik untuk pemenuhan impor. Begitu pula angka inflasi yang meningkat dengan tren yang dinilai cukup tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai 3,70 miliar dolar AS pada periode Januari-Juli 2026. Adapun inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Agustus 2026.
Baca juga: Kantor Perwakilan BI DIY musnahkan 18.680 lembar uang rupiah palsu
Baca juga: Pakar UMY ingatkan ancaman uang palsu terhadap kepercayaan Rupiah
Baca juga: Bakom RI: Industri kuat jadi fondasi penguatan rupiah
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·