Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Eropa menolak usulan sejumlah negara anggota untuk 'mengucilkan' Spanyol dari Uni Eropa terkait krisis serbuan puluhan ribu migran dari Maroko ke Ceuta, wilayah otonomi khusus Spanyol.
Komisi Eropa yang merupakan Badan Eksekutif Uni Eropa itu menegaskan pada Jumat (31/7) bahwa tak ada pergerakan para migran dari Ceuta menyeberang ke daratan Eropa di Spanyol atau negara lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan tersebut memverifikasi bahwa otoritas Spanyol menjalankan kontrol yang efektif terhadap perbatasan eksternal, sebuah penetapan yang menghilangkan dasar langsung untuk sanksi yang diminta oleh beberapa pemerintah.
Komisaris Migrasi Uni Eropa Magnus Brunner menegaskan kembali komitmen Komisi Eropa untuk bekerja sama dengan Spanyol menyelesaikan krisis migrasi di wilayah tersebut.
Brunner mengingatkan bahwa Pasal 41 Kode Perbatasan Schengen menetapkan rezim khusus untuk Ceuta dan Melilla, di mana kedua kota tersebut dianggap sebagai perbatasan eksternal Uni Eropa. Karena alasan ini, kontrol ketat wajib berlaku untuk semua orang yang meninggalkan wilayah tersebut menuju semenanjung atau negara Uni Eropa lainnya.
"Prioritas kami sekarang adalah melaksanakan pemulangan dari Ceuta ke Maroko, menstabilkan situasi, dan menjamin tidak ada lagi imigran ilegal yang masuk dari Maroko. Prioritas utama kami adalah terus mendukung Spanyol dalam perlindungan dan pengelolaan perbatasan eksternal Uni Eropa secara efektif dan tertib. Ini termasuk memerangi jaringan perdagangan manusia ilegal dan mencegah orang melakukan perjalanan berbahaya," kata seorang pejabat senior Komisi Eropa, dikutip dari TeleSur.
Sikap Komisi Uni Eropa ini muncul setelah permintaan dari sejumlah negara anggota Uni Eropa yaitu Italia, Republik Ceko, Finlandia, dan Denmark, untuk mempertimbangkan penangguhan keanggotaan Spanyol dari perjanjian pergerakan bebas perbatasan.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang pertama kali mengangkat isu pengusiran Spanyol dari wilayah pergerakan bebas. Ia menyarankan untuk mempelajari langkah-langkah luar biasa.
Sikapnya didukung oleh Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, Menteri Dalam Negeri Finlandia Mari Rantanen, dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.
Di mana posisi Ceuta?
Ceuta merupakan wilayah Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara. Bersama Melilla yang terletak sekitar 250 mil atau 400 kilometer di sebelah timur, Ceuta menjadi satu-satunya wilayah yang memiliki perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika.
Spanyol menguasai Ceuta sejak 1580. Wilayah tersebut dihuni masyarakat dengan latar belakang Kristen dan Muslim, sementara warga Spanyol dan Maroko serta pekerja lintas batas selama ini hidup berdampingan.
Maroko sendiri tidak mengakui Ceuta dan Melilla sebagai bagian dari wilayah Spanyol. Pemerintah Maroko kerap menyebut keduanya sebagai wilayah yang diduduki.
Posisi geografis tersebut membuat Ceuta menjadi salah satu jalur penting bagi orang-orang yang ingin memasuki Eropa dari Afrika.
(bac)

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·