Jakarta (ANTARA) - Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau fasilitasi pengurusan dokumen kepada tiga keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran di Kampung Pangkalan, Kalabakan, Sabah.
"Selain paket kebutuhan dasar, KRI Tawau juga memfasilitasi pengurusan dokumen pengganti bagi korban yang kehilangan sejumlah dokumen penting, termasuk paspor dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui siaran pers yang diterima Sabtu.
Melalui Tim Perlindungan WNI, KRI Tawau menyerahkan paket sembako secara langsung kepada tiga kepala keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di tempat penampungan sementara.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen KRI Tawau dalam memberikan perlindungan sekaligus memastikan kehadiran negara bagi WNI di wilayah kerjanya.
Para korban menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan dan berharap rumah mereka dapat segera dibangun kembali.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (24/8) sekitar pukul 18.30 waktu setempat itu menghanguskan enam rumah yang diduga terjadi akibat korsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil yang dialami tiga keluarga WNI diperkirakan mencapai 50.000 ringgit Malaysia atau setara dengan 219 juta rupiah.
Baca juga: Kemlu: 13 WNI terdampak kebakaran Sabah dalam keadaan selamat
Baca juga: Kebakaran besar di Sabah Malaysia, 9.007 warga terdampak
Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






English (US) ·
Indonesian (ID) ·