Korut Tempatkan Speaker Propaganda-Regu Tembak di Perbatasan Korsel

7 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara berencana menempatkan speaker propaganda dan regu tembak di perbatasannya dengan Korea Selatan saat kedua negara kembali tegang.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, pada Rabu (21/10) melaporkan penempatan itu dilakukan agar pasukan Pyongyang dapat mengambil "tindakan cepat dan tegas" jika Korea Selatan mengancam keamanan Korut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KCNA mengutip pernyataan Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang menyebut bahwa penempatan tersebut akan dimulai pada akhir Oktober ini.

"Tim-tim pemburu taktis kami mengambil posisi baru, dan di bulan Oktober, pengeras suara untuk perang psikologis melawan Korea Selatan akan beroperasi di sepanjang perbatasan," kata Kim Yo Jong, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Kim Yo Jong ini disampaikan setelah ia melakukan kunjungan ke beberapa lokasi perbatasan bersama Marsekal Angkatan Darat Pa Jong Chon dan menemukan bahwa perbatasan kedua wilayah benar-benar terblokir dan keamanannya diperketat.

Selama kunjungan tersebut, Kim menuduh Seoul mengeluarkan peringatan melalui pengeras suara dan melepaskan tembakan di dua lokasi perbatasan.

"Jika tembakan peringatan provokatif melampaui tujuan dan mengakibatkan kerugian nyata bagi keselamatan wilayah kita atau tentara kita, pasukan perbatasan kita akan tanpa ampun melenyapkan para preman bersenjata yang telah kehilangan akal sehatnya," kata Kim Yo Jong.

Kunjungan Kim Yo Jong ini terjadi setelah bulan lalu Korsel dan Korut saling tegang pasca dua prajurit Seoul terluka imbas ledakan ranjau di perbatasan. Korsel mengecam Pyongyang atas insiden tersebut dan meminta Korut menghentikan segala kegiatan militer di perbatasan.

Pada Selasa (20/10), Korsel pun menyatakan akan menghukum dengan tegas setiap provokasi dari Korut jika terus melanjutkan kegiatan militer.

(blq/dna)

Baca Artikel Selengkapnya