REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Militer Korea Selatan (Korsel) memulai proses formal untuk mengakuisisi kapal selam bertenaga nuklir pada Rabu (20/5/2026). Hal itu berdasarkan dokumen Angkatan Laut Korsel yang di rilis, di tengah minimnya kemajuan pembicaraan keamanan dengan Amerika Serikat (AS) terkait dorongan Seoul terhadap proyek tersebut.
Angkatan Laut Korsel baru-baru ini menyerahkan dokumen kepada Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staff/JCS) yang memuat kebutuhan program tersebut. Termasuk spesifikasi kemampuan yang diinginkan, jumlah sistem yang dibutuhkan, serta proyeksi jadwal penempatan, menurut dokumen yang diberikan kepada anggota parlemen Kang Dae-sik dari oposisi utama People Power Party.
Dikutip dari Yonhap, AS sebelumnya memberikan persetujuan bagi Korsel untuk membangun kapal selam serang bertenaga nuklir dan berkomitmen bekerja sama dengan Seoul guna memenuhi kebutuhan proyek tersebut. Hal itu termasuk jalur pengadaan bahan bakar, berdasarkan lembar fakta bersama yang dirilis setelah pertemuan puncak para pemimpin kedua negara.
JCS saat ini sedang meninjau usulan Angkatan Laut dan dijadwalkan menggelar pertemuan pada akhir bulan ini untuk memfinalisasi kebutuhan proyek tersebut. Setelah kebutuhan proyek ditetapkan, program biasanya akan dilanjutkan dengan riset awal dan studi kelayakan, diikuti konsultasi dengan otoritas anggaran terkait total biaya proyek sebelum memasuki tahap pengembangan.
sumber : Antara

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·