Komandan Pleton Israel Tewas Kena Serangan Hizbullah di Lebanon

5 jam yang lalu 4

Pasukan IDF terjatuh saat melarikan diri dari serangan drione Hizbullah di Lebanon selatan pada April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Seorang perwira Israel Defense Forces (IDF) tewas dalam serangan drone bermuatan bahan peledak yang dilancarkan kelompok Hezbollah di Lebanon selatan pada Jumat waktu setempat. Militer Israel pada Sabtu malam mengumumkan, bentrokan terbatas dengan kelompok yang didukung Iran itu masih terus berlangsung meski gencatan senjata telah diperpanjang.

Times of Israel melaporkan, perwira yang tewas diidentifikasi sebagai seorang berpangkat kapten yang merupakan komandan peleton Batalion ke-12 Brigade Golani, yang berasal dari Itamar.

Perwira itu menjadi tentara IDF ketujuh yang tewas di Lebanon selatan sejak gencatan senjata dimulai, serta korban ke-20 sejak eskalasi konflik yang berkaitan dengan perang Iran. Selain tentara, seorang kontraktor sipil Israel juga dilaporkan tewas di wilayah Lebanon selatan.

Sementara itu, IDF menyatakan telah menembak jatuh beberapa drone Hezbollah yang terbang di area operasi pasukan Israel di Lebanon selatan. Drone-drone tersebut memicu sirene peringatan di sejumlah komunitas perbatasan di Galilea Barat.

Di sisi lain, Hezbollah meluncurkan sejumlah roket dan mortir ke arah pasukan Israel di Lebanon selatan. Menurut IDF, proyektil-proyektil itu jatuh di dekat posisi pasukan, namun tidak menimbulkan korban luka.

Pada Sabtu malam, IDF juga mengklaim telah menyerang sekitar 100 target Hezbollah di Lebanon selatan sepanjang akhir pekan. Target-target tersebut, menurut militer Israel, meliputi pos pengawasan, gudang senjata, dan infrastruktur lain yang disebut digunakan Hezbollah untuk mempersiapkan serangan.

Dalam insiden terpisah, sebuah bom pinggir jalan menghantam empat tentara Israel di Lebanon selatan pada Ahad dini hari. Militer Israel menyebut satu tentara mengalami luka serius.

Seorang perwira lainnya mengalami luka sedang, sementara seorang perwira dan seorang tentara lain menderita luka ringan. Keempatnya telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Belum diketahui apakah bom yang diduga dipasang Hezbollah itu ditanam sebelum atau selama masa gencatan senjata di Lebanon yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 16 April, ataupun gencatan senjata Iran yang mulai berlaku pada 8 April.

Baca Artikel Selengkapnya