Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran, Ingin Dekat Israel

57 menit yang lalu 2

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Kolombia menyatakan secara resmi telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal itu karena masalah keamanan nasional dan hemisferik, terkait dengan kelompok-kelompok teroris internasional dan narkoteroris, serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Dalam sebuah pernyataan, Kamis (24/9), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Kolombia mengatakan, keputusan tersebut mulai berlaku pada 19 September 2026. Keputusan itu didasarkan pada prioritas kebijakan luar negeri pemerintah, termasuk perang melawan kejahatan transnasional dan perlindungan keamanan nasional.

Kolombia juga mempertimbangkan dugaan pelanggaran HAM, serangan terverifikasi terhadap negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik Timur Tengah, serta blokade Selat Hormuz. Selain itu, Pemerintah Kolombia menyoroti apa yang disebutnya sebagai upaya penghalang otoritas Iran terhadap upaya Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memverifikasi cakupan program nuklir Iran.

"Fakta-fakta tersebut telah mengikis kepercayaan Kolombia terhadap Pemerintah Republik Islam Iran," menurut pernyataan Kemlu Kolombia. Namun demikian, Pemerintah Kolombia menegaskan pemutusan hubungan diplomatik tersebut tidak mencakup pemutusan hubungan konsuler.

Baca Artikel Selengkapnya