Jakarta (ANTARA) - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) membukukan kinerja bisnis yang kuat sepanjang 2025 ditandai oleh pertumbuhan yang melesat di dua indikator utama yakni total kontribusi bruto mencapai Rp4,2 triliun (tumbuh 9 persen) .
Selain itu menurut Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin kontribusi bisnis baru tumbuh 31 persen menjadi sekitar Rp1 triliun dan mendominasi pangsa pasar industri sebesar 22 persen.
"Pertumbuhan ini mencerminkan kuatnya kepercayaan keluarga Indonesia terhadap Prudential Syariah sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dari sisi pengelolaan lanjutnya, total aset perusahaan tumbuh 20 persen menjadi Rp8 triliun ditopang oleh strategi portofolio perusahaan serta mencerminkan pengelolaan bisnis yang disiplin dan pertumbuhan yang terarah.
Pertumbuhan serupa juga terlihat pada total aset investasi yang naik 17 persen menjadi Rp6 triliun, menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola dana peserta secara optimal.
Iskandar menambahkan kekuatan fondasi keuangan perusahaan turut tercermin dari tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang berada jauh di atas ketentuan regulator, RBC Dana Perusahaan tercatat sebesar 1.496 persen dan RBC Dana Tabarru' sebesar 209 persen.
Tingkat solvabilitas tersebut, lanjutnya, menjadi indikator kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada seluruh peserta secara amanah dan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, menurut Iskandar perusahaan telah membayarkan santunan klaim dan manfaat sebesar Rp2,2 triliun, setara dengan Rp6 miliar per hari, kepada peserta maupun keluarga yang terdampak risiko.
Selain itu, tambahnya, lebih dari 1 juta individu telah menerima manfaat dari berbagai program literasi dan inklusi keuangan syariah yang digagas perusahaan bersama mitra strategis.
Baca juga: Prudential Syariah beri tips siapkan dana pendidikan bagi anak
Baca juga: Prudential Syariah raih 22 persen pangsa pasar asuransi jiwa syariah
Pewarta: Subagyo
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·