Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla

5 hari yang lalu 8

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama. Di tengah dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat, suara para tokoh agama juga diperlukan. Melalui ceramah, khutbah, dan kegiatan keagamaan, para ulama dan pemuka agama memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan serta membantu warga yang terdampak.

Naskah khutbah Jumat berikut mengangkat tema “Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla”. Untuk mencetak naskah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ، وَجَعَلَ فِيْهِ مَنَاهِجَ الْهِدَايَةِ لِلنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، صَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Marilah kita bersyukur kepada Allah swt yang masih memberikan kesehatan dan kesempatan untuk menunaikan shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, dan para sahabatnya.

Pada kesempatan ini, khatib mengajak diri sendiri dan seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah membawa penderitaan bagi banyak masyarakat. Kabut asap mengganggu kesehatan, membatasi aktivitas warga, bahkan mengancam sumber penghidupan mereka.

Di tengah keadaan ini, kita perlu bertanya: sejauh mana para tokoh agama telah ikut menyuarakan persoalan Karhutla? Sudahkah mimbar-mimbar keagamaan memberikan perhatian terhadap masyarakat yang kesulitan akibat kebakaran hutan?

Pertanyaan ini penting karena para ulama, kiai, ustaz, dan pemuka agama memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat. Melalui nasihat dan keteladanan, mereka dapat mengajak umat untuk mencegah kerusakan lingkungan dan membantu para korban.

Allah swt berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya, “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali 'Imran: 104).

Ayat ini mengingatkan pentingnya kehadiran orang-orang yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam hal ini, tokoh agama memiliki tanggung jawab besar karena nasihat dan pandangannya sering menjadi rujukan masyarakat.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'anil Azhim, jilid II, halaman 91, menjelaskan:

وَالْمَقْصُوْدُ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ أَنْ تَكُوْنَ فِرْقَةٌ مِنَ الْأُمَّةِ مُتَصَدِّيَةً لِهَذَا الشَّأْنِ، وَإِنْ كَانَ ذَلِكَ وَاجِبًا عَلىَ كُلِّ فَرْدٍ مِنَ الْأُمَّةِ بِحَسْبِهِ

Artinya, “Yang dimaksud ayat ini adalah hendaknya ada sekelompok umat yang menangani urusan ini, meskipun hal itu juga wajib atas setiap individu umat sesuai dengan kemampuannya.”

Penjelasan tersebut menunjukkan perlunya sekelompok orang yang secara khusus mengajak masyarakat kepada kebaikan. Karena itu, para tokoh agama diharapkan turut memberikan perhatian terhadap Karhutla, termasuk mengingatkan bahaya pembakaran lahan dan menggerakkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Selama ini, ceramah agama sering membahas persoalan ibadah, akhlak, dan kehidupan keluarga. Semua itu tentu penting. Namun, persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat juga perlu mendapat tempat dalam dakwah.

Ketika kebakaran hutan terjadi, para tokoh agama dapat menggunakan mimbar khutbah dan pengajian untuk mengingatkan masyarakat tentang tanggung jawab menjaga alam. Kehadiran mereka juga diperlukan untuk membangun solidaritas terhadap warga yang terkena musibah.

Rasulullah saw bersabda dalam riwayat dari sahabat Hudzaifah al-Yamani:

عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ

Artinya, “Dari Hudzaifah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang tidak memedulikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak layak termasuk golongan mereka’.” (HR. At-Thabrani).

Riwayat ini mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap keadaan sesama. Pesan tersebut patut menjadi perhatian para tokoh agama agar dakwah yang disampaikan juga menyentuh persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Perhatian para tokoh agama terhadap Karhutla dapat diwujudkan melalui berbagai langkah. Mereka dapat mengajak jamaah menggalang bantuan bagi korban, mendukung kebutuhan relawan, serta memberikan pemahaman tentang bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Para tokoh agama juga dapat bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah dalam mengampanyekan pencegahan kebakaran serta mengingatkan warga agar segera melaporkan munculnya titik api kepada petugas.

Melalui keterlibatan tersebut, masyarakat akan semakin memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial.

Semoga para ulama, kiai, ustaz, dan seluruh pemuka agama terus hadir memberikan bimbingan kepada masyarakat, termasuk ketika bencana lingkungan seperti Karhutla terjadi. Amin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Kokop, Bangkalan, Jawa Timur.

Baca Artikel Selengkapnya