Khofifah harap FESyar Jawa bawa dampak ekonomi syariah berkelanjutan

6 jam yang lalu 10
Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 akan mampu menghasilkan dampak jangka panjang berupa peningkatan transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar bagi ekosistem syariah Jawa Timur.

“Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai,” ujar Khofifah dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu.

Ia menekankan keberhasilan FESyar perlu dilihat dari manfaat yang tetap dirasakan pelaku usaha dan masyarakat setelah rangkaian kegiatan berakhir dan bukan hanya dari kemeriahan pelaksanaan festival.

Menurut Khofifah, peluang keberlanjutan tersebut didukung ekosistem halal Jawa Timur yang terus berkembang antara lain melalui 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), 804 destinasi pariwisata ramah Muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.

Penguatan ekosistem tersebut juga ditopang penerbitan 703.853 sertifikat halal yang mencakup sekitar 1,8 juta produk di Jawa Timur hingga Agustus 2026 sehingga diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk.

“Penguatan ekosistem halal juga berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah, nilai aset perbankan syariah di Jawa Timur mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp857,63 triliun,” katanya.

Ia menilai resonansi FESyar Jawa telah menjangkau pelaku usaha dari luar negeri sehingga momentum tersebut perlu dikonversi menjadi kerja sama dan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi Jawa Timur.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,” kata Khofifah.

Baca juga: BI nilai Indonesia perlu perkuat keuangan syariah agar tak tertinggal

Baca juga: BI: Indonesia berpeluang jadi pemasok produk syariah global

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya