Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Bank Jatim telah mampu menunjukkan fungsi intermediasi dengan baik sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas.
"Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi," katanya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Bank Jatim di Surabaya, Rabu.
Kemampuan Bank Jatim dalam menjalankan fungsi intermediasi, kata Khofifah, tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menunjukkan kemampuan dalam menjaga momentum pertumbuhan secara konsisten.
Kinerja aset Bank Jatim pada neraca konsolidasi (year-on-year/yoy) meningkat dari Rp118,14 triliun menjadi Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen, penyaluran kredit meningkat dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,50 triliun atau tumbuh 46,65 persen, serta DPK naik dari Rp90,01 triliun menjadi Rp127,24 triliun atau tumbuh 41,36 persen.
Dari sisi Laba Rugi Konsolidasi secara tahunan (yoy), kinerja Bank Jatim juga menunjukkan tren yang positif dan konsisten dengan peningkatan pendapatan bunga dari Rp8,28 triliun menjadi Rp10,16 triliun atau tumbuh 22,64 persen.
Kemudian juga penguatan pendapatan bunga bersih dari Rp5,62 triliun menjadi Rp7,08 triliun yang tumbuh 25,9 persen hingga pertumbuhan laba bersih dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1,61 triliun atau naik 24,8 persen.
Laba yang dibukukan Bank Jatim secara Bank Only yakni sebesar Rp1,54 triliun pada Tahun Buku 2025 merupakan laba tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia dan menjadi capaian terbaik selama Bank Jatim berdiri.
"Capaian ini menegaskan bahwa pertumbuhan yang dicapai tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga ditopang oleh kualitas pendapatan dan ketahanan bisnis yang semakin kuat," kata Khofifah.
Tak hanya itu, dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham yang naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp54,71 per lembar saham.
Secara keseluruhan, total dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp850.177.501.402,84 atau sebesar 55 persen dari laba bersih tahun Buku 2025.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan perseroan terus berupaya untuk menjadi BUMD yang terbaik, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terutama di wilayah regional Jawa Timur.
Hal itu, kata Winardi, akan dilakukan baik melalui aspek operasional bisnis sehari-hari maupun melalui pendistribusian atas perolehan laba Perseroan dalam bentuk dividen.
"Atas beberapa hal yang telah Manajemen terapkan dengan didukung oleh produktivitas tim yang solid termasuk melalui kolaborasi konsolidasi bersama empat BPD yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) maka kinerja keuangan konsolidasi perseroan tahun 2025 cukup positif," katanya.
Baca juga: Bank jatim bukukan laba bersih Rp661 miliar pada kuartal I-2026
Baca juga: Bank Jatim bagikan dividen Rp850,17 miliar tahun buku 2025
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·