KH Ubaidullah Shodaqoh: Umar bin Khattab Rujukan Teladan Pagar Nusa

12 jam yang lalu 3

Blora, NU Online Jateng 

Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menegaskan bahwa dakwah harus menjadi ruh dalam setiap gerak perjuangan Pagar Nusa. Kekuatan kader, menurutnya, perlu berpijak pada nilai keagamaan, akhlak, dan pengabdian untuk menjaga ulama serta melindungi umat.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Ubaid dalam Konferensi Wilayah IV Pagar Nusa Jawa Tengah di Pendopo Bupati Blora, Ahad (18/10/2026).

“Kekuatan terbesar Pagar Nusa terletak pada dakwah. Pagar Nusa mempunyai tanggung jawab menyebarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, membentuk akhlak, dan membangun karakter generasi muda. Karena itu, dakwah harus menjadi ruh dalam setiap gerak dan perjuangan Pagar Nusa,” tuturnya.

Kiai Ubaid mengingatkan bahwa pembentukan kader Pagar Nusa memiliki kaitan erat dengan tanggung jawab keagamaan dan kemasyarakatan. Keberanian dan kemampuan yang dimiliki harus diarahkan untuk menghadirkan manfaat bagi umat.

“Kekuatan kita harus dibangun di atas nilai-nilai keagamaan, akhlak, dan komitmen pengabdian. Dengan begitu, Pagar Nusa dapat terus menjalankan perannya sebagai bagian dari perjuangan Nahdlatul Ulama dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kiai Ubaid mengangkat doa Rasulullah saw tentang penguatan Islam melalui salah seorang dari dua tokoh, yakni Abu Jahal atau Umar bin Khattab. Ia kemudian menyampaikan redaksi doa lain yang secara khusus menyebut Umar bin Khattab. Melalui penjelasan tersebut, ia mengajak kader memahami pentingnya sosok yang kuat dan berani dalam memperjuangkan agama. Keteladanan Sayyidina Umar, menurutnya, perlu menjadi rujukan nilai bagi kader Pagar Nusa.

“Pada zaman Nabi memang belum ada organisasi Pagar Nusa, tetapi nilai-nilai Pagar Nusa sudah ada. Maka, sanad perjuangan Pagar Nusa harus sampai kepada Sayyidina Umar bin Khattab,” katanya.

Kiai Ubaid menekankan bahwa keberanian harus disertai keteguhan dan kesediaan mengabdi. Kekuatan memperoleh arah ketika digunakan untuk menjaga agama, ulama, dan keselamatan umat.

“Kader Pagar Nusa harus meneladani keberanian, keteguhan, dan pengabdian beliau. Kekuatan itu digunakan untuk membela agama, menjaga ulama, serta melindungi umat,” tuturnya.

Menjaga Kebersihan Organisasi

Kiai Ubaid juga memberikan apresiasi terhadap Pagar Nusa sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga jati diri organisasi.

“Pagar Nusa ini bisa saya sampaikan bahwa sampai hari ini adalah badan otonom yang—saya tidak ingin menyebut paling ikhlas—tapi paling clean, paling bersih. Ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia meminta seluruh jajaran mewaspadai kepentingan politik yang dapat menggeser orientasi perjuangan. Menurutnya, nilai keagamaan dan pengabdian harus tetap menjadi dasar dalam menjalankan organisasi.

“Jangan sampai ada kepentingan-kepentingan politik yang justru menyelimutinya dan menggeser jati diri serta tujuan perjuangan organisasi,” pesannya.

Selengkapnya klik di sini.

Baca Artikel Selengkapnya