Ketum PBNU Gus Kikin: Kaderisasi NU Harus Seimbangkan Tradisi Salaf dan Manajemen Modern

7 jam yang lalu 4

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menghadiri sekaligus memberikan arahan secara langsung dalam Workshop Kaderisasi PBNU yang berlangsung pada Kamis-Sabtu, 5-7 November 2026.

Gus Kikin yang hadir pada Jumat (6/11/2026) menegaskan pentingnya penguatan integritas dan disiplin organisasi dalam mencetak kader NU masa depan.

Gus Kikin menyampaikan bahwa workshop kaderisasi memiliki posisi strategis bagi keberlangsungan jam'iyah. Menurutnya, melalui proses kaderisasi, tata kelola organisasi dan masa depan kepemimpinan Nahdlatul Ulama dibentuk secara sistematis.

"Alhamdulillah, saya menghadiri langsung dan berdiskusi bersama para peserta pada kegiatan Workshop Kaderisasi PBNU ini. Saya menaruh perhatian yang sangat besar pada kegiatan ini, karena dari sinilah masa depan kepengurusan, integritas, dan disiplin organisasi Nahdlatul Ulama dibentuk secara sistematis," ujar Gus Kikin dalam unggahan Instagramnya, Sabtu.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, tersebut menjelaskan bahwa kegiatan kaderisasi merupakan ikhtiar nyata PBNU untuk membenahi sistem tata kelola organisasi sekaligus membangun sumber daya manusia (human capital) NU secara profesional dan terukur.

Ia menekankan bahwa program kaderisasi NU harus mampu menyelaraskan nilai-nilai keislaman klasik dengan tuntutan perkembangan zaman.

"Kita harus mampu menata program kaderisasi yang seimbang: memegang teguh tradisi keilmuan ulama salaf, namun pada saat yang sama harus berani mengadopsi hal-hal baru, manajemen modern, dan pendekatan terukur yang membawa maslahat nyata bagi perkembangan zaman," tegasnya.

Gus Kikin juga mengingatkan agar proses kaderisasi tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas di atas kertas. Hasil pelatihan harus diimplementasikan secara nyata melalui kerja-kerja kemasyarakatan di lapangan.

Menurutnya, keberadaan kader NU harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas, baik dalam bidang sosial dan ekonomi maupun dalam penyelesaian berbagai persoalan di tingkat akar rumput.

"NU harus hadir membersamai masyarakat melalui kerja-kerja konkret para kadernya, baik dalam pendampingan sosial, ekonomi, maupun penyelesaian masalah langsung di tingkat akar rumput. Dan tentunya, semua langkah penataan ini tetap berpijak pada Qanun Asasi sebagaimana ditekankan oleh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari," lanjut Gus Kikin.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Organisasi, Keanggotaan, Kaderisasi, dan Kerja Sama, H Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan masukan sekaligus meninjau kembali seluruh materi kaderisasi yang selama ini digunakan NU.

"Yang paling penting kita mengelaborasi arahan Ketua Umum, Rais Aam berkaitan dengan pentingnya Qanun Asasi menjadi pedoman bagi keseluruhan kegiatan Nahdlatul Ulama dalam lima tahun ke depan," ungkapnya pada Jumat.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, hasil pembahasan workshop selanjutnya akan dirumuskan oleh sejumlah kiai. Rumusan tersebut diharapkan menjadi pedoman baru dalam pelaksanaan kaderisasi di lingkungan NU.

Ia menjelaskan bahwa kaderisasi merupakan salah satu amanat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Karena itu, hasil workshop nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku pedoman yang dapat digunakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

"Karena kita ingin hasil muktamar ini bisa dilaksanakan oleh seluruh pengurus NU di semua tingkatan. Jadi, seluruh pengurus NU di semua tingkatan diberi target untuk bisa melaksanakan kaderisasi," jelasnya.

Baca Artikel Selengkapnya