Jakarta (ANTARA) - Saat ini, bisa dibilang banyak orang lebih panik ketika ponsel pintar tertinggal di rumah daripada dompet. Dalam satu genggaman, hampir seluruh aktivitas harian bisa dilakukan, mulai dari naik transportasi umum, memesan ojek daring, mengirim uang, hingga berbelanja.
Perubahan gaya hidup ini tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi keuangan (fintech) yang memberikan kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital kepada masyarakat, terutama generasi Z dan milenial yang akrab dengan teknologi.
Kebiasaan generasi yang lahir dan tumbuh di era digital itu tercermin dari meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital.
Volume pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026, atau naik 28,14 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menurut Bank Indonesia (BI).
Pertumbuhan yang signifikan selama periode itu didukung oleh kian populernya pembayaran digital. Volume transaksi melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mencatatkan pertumbuhan tertinggi (95,10 persen), diikuti oleh transaksi digital lewat aplikasi mobile (26,16 persen) dan internet (15,51 persen).
Berdasarkan catatan BI, hampir 60 juta orang telah menggunakan QRIS karena kemudahan, efisiensi, dan kecepatan transaksinya.
Data tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi hanya menjadi alternatif, melainkan telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama generasi muda.
Transformasi
Perkembangan teknologi keuangan dan perubahan gaya hidup di Indonesia telah memicu transformasi di sektor perbankan. Bank-bank kini tak cukup hanya menyediakan layanan mobile dan internet. Mereka juga mengubah cara melayani nasabah melalui bank digital yang menawarkan pengalaman serba daring.
Berbeda dengan mobile banking yang masih bergantung pada kantor fisik bank untuk sejumlah layanan, digital banking memungkinkan seluruh proses, mulai dari pembukaan rekening, transaksi, hingga investasi, dilakukan lewat aplikasi. Bank digital adalah bank yang seluruh layanannya dijalankan secara digital.
Alih-alih sekadar memindahkan layanan bank ke layar ponsel, bank digital juga berupaya membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.
Berbagai layanannya dirancang untuk membantu pengguna mengelola keuangan secara lebih teratur, mulai dari menyisihkan dana untuk kebutuhan tertentu, memantau pengeluaran, hingga mulai berinvestasi. Pendekatan inilah yang membuat layanan perbankan digital semakin "relate" dengan gaya hidup generasi muda.
Pendekatan tersebut juga diterapkan oleh blu by BCA Digital. Melalui fitur seperti bluSaving, bluGether, bluDeposit, dan bluInvest, pengguna dapat memisahkan tabungan berdasarkan tujuan, menabung bersama, membuka deposito secara digital, hingga mulai berinvestasi dalam satu aplikasi.
Kemudahan berkelanjutan
Kemudahan layanan digital seharusnya tidak hanya diukur dari kecepatan transaksi. Nilai tambah sebenarnya adalah ketika teknologi membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih baik. Terlebih, anak-anak muda saat ini menghadapi kondisi yang jauh lebih menantang ketimbang generasi sebelumnya
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut mereka untuk bijak mengambil keputusan. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, penghasilan mereka akan cepat habis jika mengikuti gaya hidup yang konsumtif.
Kalau pun bisa menyisihkan sebagian, tabungan hanya akan mengendap di rekening jika tidak mulai diinvestasikan. Persoalannya, pilihan investasi juga begitu banyak dan kerap menimbulkan kebingungan.
Karena itulah mereka membutuhkan alat bantu untuk mengelola uang seperti yang ditawarkan oleh bank digital. Dengan fitur-fitur berbasis aplikasi, bank digital membantu pengelolaan dana secara lebih efisien, sederhana, fleksibel, dan mudah digunakan.
Kemudahan memang menjadi nilai jual bank-bank digital seperti blu. Namun yang tidak kalah penting, berbagai fitur yang tersedia juga mendorong pengguna untuk lebih disiplin dan bijak mengelola uang. Kebiasaan itu dapat membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi pengguna utama layanan digital.
Oleh karena itu, keberlanjutan menjadi hal yang krusial bagi bank digital agar layanan yang mereka tawarkan dapat terus relevan dengan kebutuhan penggunanya.
Untuk menjaga keberlanjutan itu, BCA Digital menginisiasi sejumlah langkah strategis tahun ini agar layanannya dapat melangkah lebih jauh.
Dengan tagline "Tumbuh Bareng Kamu", bank digital ini menjadikan pertumbuhan dan kepercayaan pengguna sebagai fokus utama dalam menjaga profitabilitas melalui tata kelola yang kokoh.
Perluasan ekosistem perbankan juga menjadi sasaran utama mereka melalui kolaborasi dengan para mitra penting untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan yang lebih inklusif.
BCA Digital juga terus memperkuat kapasitas infrastruktur agar mampu menyediakan layanan bank digital blu yang andal, responsif, aman, dan tanpa hambatan bagi para penggunanya.
Apa yang dilakukan oleh bank tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor keuangan masih akan terus berlangsung.
Namun, keberhasilannya kini tidak hanya dinilai dari banyaknya transaksi, tetapi juga dari sejauh mana inovasi mampu membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih mudah, teratur, dan bertanggung jawab.
Terlebih bagi generasi muda yang menganggap kemudahan sebagai bagian dari keseharian mereka, tetapi pada saat yang sama dihadapkan dengan berbagai tantangan digital dan finansial, terutama godaan konsumtif yang muncul di layar ponsel.
Baca juga: blu integrasikan kartu debit dengan fitur valas untuk transaksi LN
Baca juga: BCA Digital catat tren kenaikan investor ritel di kalangan anak muda
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·