Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan mengoptimalkan upaya penguatan pasokan dan kelancaran distribusi pangan untuk menjaga stabilitas harga.
Langkah tersebut menjadi perhatian pemerintah di tengah meningkatnya tekanan harga sejumlah komoditas pangan akibat gangguan cuaca dan dampak El Nino.
“Stabilitas harga dan daya beli masyarakat juga terus dijaga melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi pangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Plt. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Hidayat Amir dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat 3,23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit melandai dibandingkan September 2026 yang mencapai 3,28 persen (yoy).
Perlambatan inflasi tersebut terutama didorong oleh penurunan inflasi inti (core inflation) menjadi 2,56 persen (yoy), seiring dengan meredanya tekanan inflasi impor dan perlambatan kenaikan harga emas.
Meski demikian, tekanan inflasi pada kelompok harga bergejolak (volatile food) masih meningkat hingga mencapai 5,81 persen (yoy).
Kemenkeu menjelaskan bahwa dampak El Nino dan gangguan cuaca memengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan, sehingga mendorong kenaikan harga terutama pada kelompok hortikultura.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain aneka cabai, tomat, dan sayuran lainnya. Sebaliknya, harga sejumlah bahan pangan seperti daging dan telur ayam ras, ikan segar, serta aneka bawang tercatat mengalami penurunan.
Sementara itu, inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) tercatat relatif stabil sebesar 3,24 persen (yoy). Kondisi ini turut didukung kebijakan harga energi nasional yang menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap terjangkau.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan berada pada level 0,22 persen (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026. Adapun secara tahun kalender sebesar 2,40 persen (year-to-date/ytd).
Baca juga: Zulhas pastikan pasokan pangan hadapi akhir tahun diperkuat sejak dini
Baca juga: Indef: Kendali inflasi pangan perlu sesuai dengan sumber tekanan harga
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·