REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan kepada para menteri kabinet bahwa ia akan “terus menjalankan pemerintahan”, di tengah meningkatnya tekanan atas kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan baru-baru ini dan seruan agar dia mengundurkan diri. Berbicara dalam rapat kabinet, Selasa (12/5/2026), Starmer berusaha untuk menstabilkan pemerintahannya setelah apa yang ia gambarkan sebagai periode "destabilisasi" bagi Westminster.
“Seperti yang saya katakan kemarin, saya bertanggung jawab atas hasil pemilihan ini dan saya bertanggung jawab untuk mewujudkan perubahan yang telah kami janjikan,” kata Starmer dalam siaran pers dari Downing Street No. 10.
“Negara mengharapkan kita untuk terus menjalankan pemerintahan. Itulah yang saya lakukan dan yang harus kita lakukan sebagai Kabinet,” ujarnya, menambahkan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kritik di dalam Partai Buruh menyusul kemunduran elektoral partai tersebut. Miatta Fahnbulleh, menteri komunitas, menjadi menteri pertama yang mengundurkan diri, bergabung dengan lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh yang telah mendesak perdana menteri untuk segera mundur atau menetapkan jadwal untuk meninggalkan jabatannya.
Kekacauan semakin memburuk pada Senin (11/5/2026) malam ketika Downing Street mengganti enam ajudan menteri yang telah mengundurkan diri sebelumnya pada malam itu, dalam upaya untuk menstabilkan jajaran bawah pemerintah seiring meningkatnya tekanan pada perdana menteri.
sumber : Antara, Anadolu

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·