Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar RI (KBRI) Washington mendorong diplomasi budaya melalui pementasan drama musikal “The Oath” yang mengangkat kisah legendaris Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada di University of the District of Columbia, Washington, D.C.
Menurut siaran pers KBRI Washington, Senin, drama musikal yang dipentaskan pada Sabtu (25/7) itu diproduksi oleh Indonesia Kid Performing Arts (IKPA) di bawah pimpinan Gabriella Hasnan dengan melibatkan 102 seniman, dan disutradarai oleh Nadia Syahmalina serta diiringi orkestra yang dipimpin komposer Ulung Tanoto.
Duta Besar Indonesia untuk AS, Indroyono Soesilo, mengatakan bahwa diplomasi budaya adalah salah satu cara yang paling efektif untuk membangun saling pengertian antarbangsa.
Indroyono mengaitkan penyelenggaraan drama musikal tersebut dengan momentum peringatan 250 tahun kemerdekaan AS yang diperingati pada 4 Juli sekaligus menyongsong hari ulang tahun ke-81 kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.
“Melalui kisah Gajah Mada dan Sumpah Palapa, kita memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki peradaban besar yang dibangun di atas semangat persatuan, keberagaman, dan gotong royong,” kata Indroyono.
“Nilai-nilai itulah yang tetap relevan hingga hari ini dalam memperkuat persahabatan Indonesia dan Amerika Serikat,” katanya lagi.
KBRI menyampaikan bahwa drama musikal “The Oath” itu mengisahkan perjalanan Mahapatih Gajah Mada dari latar belakang sederhana hingga menjadi tokoh sentral Kerajaan Majapahit, yang mengabdi pada Raja Jayanegara, Ratu Tribhuwana Tunggadewi, hingga mencapai puncak pengaruhnya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Klimaks drama musikal itu hadir saat Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, tekad yang melambangkan komitmennya untuk mempersatukan Nusantara.
Pihak KBRI menyebutkan bahwa melalui tata panggung yang megah, aransemen musik yang memadukan unsur tradisional dan modern, serta kualitas artistik para pemainnya, drama musikal itu tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana edukasi dan diplomasi budaya.
Penampilan para artis tamu seperi Nining Sri Astuti, Ayu Azhari, Lennon Tramp, Yuyun George, Rendy Wicaksono, dan Imelda Budiman, semakin memperkaya pertunjukan drama tersebut.
Nuansa kebhinekaan Indonesia juga ditampilkan melalui tarian dari kelompok Budaya Nusantara, yang memadukan kekayaan tradisi dengan kemasan pertunjukan modern.
Secara historis, kepemimpinan Gajah Mada pada sekitar 1336-1364 menjadi salah satu periode kejayaan Majapahit, dengan laut menjadi perekat yang menghubungkan berbagai wilayah Nusantara.
Dukungan armada maritim yang kuat di bawah Laksamana Mpu Nala, pengaruh Majapahit meluas ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, hingga menjalin hubungan politik dan perdagangan dengan kawasan Asia Tenggara.
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·