KBRI dorong pemanfaatan I-EAEU FTA dengan pertemukan pebisnis di Rusia

38 menit yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - KBRI Moskow, mempertemukan sejumlah pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli, importir, distributor, dan mitra usaha dari Rusia serta negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia guna memperluas pemanfaatan kesepakatan dagang Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (I–EAEU FTA).

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, melalui pernyataan pers di Jakarta pada Rabu menyampaikan bahwa pada kegiatan Business Gathering yang berlangsung di sela-sela World Food Moscow 2026 tersebut, Indonesia mendorong agar peluang yang dibuka oleh I-EAEU FTA dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh dunia usaha.

“Selain meningkatkan akses pasar, perjanjian tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarpelaku usaha serta membuka peluang perdagangan dan kemitraan baru antara Indonesia dan negara-negara EAEU,” jelas pernyataan tersebut.

Kementerian juga menekankan pentingnya pelibatan dunia usaha sejak sebelum perjanjian mulai berlaku sehingga sosialisasi sejak dini dan penguatan jejaring bisnis diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami peluang yang tersedia dan menerjemahkannya menjadi kerja sama komersial yang konkret.

Penyelenggaraan Business Gathering juga memanfaatkan keikutsertaan enam perusahaan Indonesia pada World Food Moscow 2026. Kehadiran perusahaan Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk makanan dan minuman Indonesia sekaligus membangun hubungan langsung dengan calon mitra bisnis di pasar Rusia dan kawasan Eurasia.

Kegiatan turut memperkenalkan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) dan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai platform lanjutan bagi pelaku usaha Rusia dan negara-negara EAEU untuk menjajaki peluang perdagangan, investasi, dan kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia.

Pertemuan diakhiri dengan sesi business matching dan networking, dimana teridentifikasi sejumlah peluang kerja sama di sektor rempah-rempah, minuman serta makanan olahan yang akan ditindaklanjuti oleh pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait.

Adapun I–EAEU FTA telah ditandatangani pada 21 Desember 2025. Indonesia telah meratifikasi perjanjian tersebut melalui Peraturan Presiden dan tengah menyelesaikan tahapan administratif menuju pemberlakuannya.

Baca juga: Kemlu imbau WNI terus waspada imbas eskalasi perang Rusia-Ukraina

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya