Kata-kata Trump Dukung Netanyahu: Saya Ingin Anda Tetap Bersama Saya

38 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terlihat memuja-muji dan menyatakan dukungan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober.

Netanyahu memanfaatkan momen itu untuk menggaet suara dengan merilis video percakapan telepon mereka berdua ke publik. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang dirilis pada Senin (19/10), Trump memprediksi Netanyahu akan meraih kemenangan besar. Ia juga menyebut pemimpin Israel tersebut sebagai sosok yang ia inginkan untuk berada di sisinya.

"Menurut saya, Anda akan meraih kemenangan yang luar biasa," kata Trump melalui pengeras suara telepon, seperti dilaporkan AFP.

"Anda adalah orang yang saya inginkan tetap berada bersama saya, Bibi," ujar Trump, merujuk pada nama panggilan Netanyahu.

Netanyahu kemudian memuji Trump karena bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari.

Ia mengatakan masih ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan bersama, tanpa menjelaskan secara terperinci maksud pernyataan tersebut.

"Donald, ada tugas yang harus kita selesaikan. Kita akan menyelesaikannya bersama-sama. Kita akan menuntaskannya, dan tidak ada pihak lain yang akan melakukannya," kata Netanyahu.

Netanyahu kembali menyebut Iran sebagai "ancaman terbesar" bagi Israel. Negara yang menerapkan sistem pemerintahan teokrasi itu masih bertahan hampir delapan bulan setelah serangan gabungan AS-Israel.

Dalam video lainnya yang direkam di sebuah pangkalan udara, Netanyahu mengatakan dirinya telah mendapatkan jaminan mengenai "kemampuan Israel untuk menyerang musuh-musuhnya kapanpun diperlukan".

Dalam percakapan telepon dengan Trump, Netanyahu juga menyinggung kemungkinan memperluas "Abraham Accord" atau Perjanjian Abraham. Kesepakatan yang dimulai pada 2020 itu membuka jalan bagi normalisasi hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko.

Netanyahu menyebut Trump sebagai "teman terbaik yang pernah dimiliki Israel".

Sejak masa jabatan pertamanya, Trump mengambil sejumlah kebijakan yang mendukung Israel, termasuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Langkah tersebut menuai penolakan dari banyak pihak karena status Yerusalem masih menjadi bagian dari konflik Israel-Palestina. Sebagian besar negara tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dukungan Trump kepada Netanyahu muncul setelah hubungan kedua pemimpin itu sempat mengalami ketegangan terkait perang AS-Israel melawan Iran.

Netanyahu telah lama menginginkan presiden AS menyerang Iran. Namun, pada April, Trump mengubah arah kebijakannya dan mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Teheran, meski kini upaya negosiasi AS-Iran berantakan.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan tingkat dukungan terhadap Trump di Israel merosot tajam setelah perkembangan itu.

Laporan Axios pada Selasa (20/10) menyebut Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bertemu dengan Netanyahu di Israel sehari sebelumnya juga memicu spekulasi mengenai kemungkinan serangan baru AS-Israel terhadap Iran.

Pentagon menolak berkomentar mengenai laporan pertemuan tersebut.

Sementara itu, surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa pemerintahan Trump mendesak Netanyahu membentuk pemerintahan baru tanpa melibatkan sekutu-sekutu sayap kanannya. Kelompok tersebut dikenal mendukung gerakan pemukim di Tepi Barat dan menyerukan pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza.

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, membantah laporan tersebut.

Menurut Israel Hayom, pemerintahan baru yang lebih moderat dapat membuka peluang bagi Israel untuk menormalisasi hubungan dengan lebih banyak negara Arab dan Islam.

(mge/rds)

Baca Artikel Selengkapnya