Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung merespons saat delegasi dari berbagai negara ramai-ramai walk out atau meninggalkan ruangan, saat dia akan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, Kamis (25/9).
Netanyahu sempat menyampaikan terima kasih ke presiden sidang lalu memberi ultimatum sebelum memulai pidatonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika masih ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang. Terima kasih, banyak," kata Netanyahu.
Pernyataan ini muncul saat delegasi dari berbagai negara meninggalkan ruang sidang tepat ketika Netanyahu berdiri di podium. Negara-negara itu di antaranya Palestina, Indonesia, Kuwait, dan delegasi yang tampaknya dari negara-negara Arab hingga Afrika.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengeklaim bahwa Israel mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
"Melumpuhkan fasilitas nuklir Iran itu sulit. Namun merupakan salah satu keputusan termudah yang saya pernah ambil sebagai perdana menteri, karena jika kami tidak melakukannya, kita semua akan tewas," kata Netanyahu.
Dia juga mengulangi klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan AS dan Israel telah melumpuhkan kemampuan militer dan nuklir Iran. Dia menyebut Israel sedang menghadapi perang di tujuh front melawan Hamas, Hizbullah, Houthi, Iran, serta kelompok-kelompok di Irak, Suriah, dan Palestina.
Israel menuai kecaman dunia usai meluncurkan agresi brutal di Jalur Gaza, Palestina. Beberapa pemerintahan negara lain bahkan melabeli tindakan mereka sebagai genosida.
Agresi tersebut menyebabkan lebih dari 75.000 warga di Palestina tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas sipil hancur, serta jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.
Israel bersama Amerika Serikat makin dikecam setelah menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari.
(isa/dna)

41 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·