Kasus Perdana Virus Shamonda Menginfeksi Manusia Ditemukan di Prancis, WHO Selidiki Kematian Pasien

1 jam yang lalu 1

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah bekerja sama secara intensif dengan otoritas Prancis untuk menyelidiki kasus pertama penularan virus Shamonda pada manusia. Investigasi dilakukan setelah seorang pasien yang terinfeksi virus tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan, Prancis telah melaporkan kasus infeksi perdana virus Shamonda pada manusia. Sebelum kasus tersebut, virus Shamonda diketahui hanya menyerang atau terdeteksi pada hewan, seperti sapi, domba, kambing, dan kuda.

Terkait kasus di Prancis, virus tersebut diyakini menyebar di antara kawanan hewan melalui gigitan serangga terbang kecil sejenis agas (Culicoides). “Pasien di Prancis tersebut memang berada di daerah tempat virus Shamonda sedang menyebar pada hewan, dan di wilayah di mana agas Culicoides juga ditemukan aktif,” ujar Tedros melalui akun media sosial resminya di X pada Kamis (22/10/2026).

Tedros menjelaskan bahwa pasien di Prancis yang terinfeksi virus Shamonda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (immunocompromised). Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan kerentanan pasien terhadap penyakit parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Meski demikian, Tedros menekankan bahwa penelitian lebih mendalam masih sangat diperlukan untuk memastikan mekanisme pasti penularan virus Shamonda dari hewan ke manusia. WHO bersama otoritas Prancis saat ini sedang mengumpulkan informasi penting mengenai sumber infeksi serta potensi jalur penyebaran virus tersebut. Langkah itu krusial guna menilai risiko lebih lanjut terhadap kesehatan masyarakat global.

Hingga saat ini, WHO dan otoritas medis Prancis masih terus memantau situasi di lapangan serta melakukan uji laboratorium lanjutan guna memetakan potensi ancaman penularan yang lebih luas. 

Baca Artikel Selengkapnya