Kapal Tenggelam di Bulgaria, Perang Laut Hitam Meluas

35 menit yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang Rusia-Ukraina kembali menunjukkan tanda meluas ke jalur pelayaran sipil Laut Hitam. Dua kapal dagang diserang drone udara dan drone laut di dalam zona ekonomi eksklusif Bulgaria pada Selasa (6/10/2026), menyebabkan satu kapal tenggelam, awaknya hilang, sementara kapal lainnya terbakar dan dua pelaut mengalami luka berat.

Serangan berlangsung sekitar pukul 03.00 waktu setempat, sekitar 70 mil laut atau 130 kilometer di sebelah timur kota pesisir Byala. Reuters melaporkan insiden itu diperkirakan merupakan serangan pertama terhadap kapal komersial di dalam zona ekonomi eksklusif Bulgaria sejak perang Rusia-Ukraina pecah.

Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev mengatakan serangan dilakukan menggunakan drone udara dan laut. Namun, pemerintah Bulgaria belum menyimpulkan siapa pelakunya dan masih menyelidiki apakah wahana tersebut berasal dari Rusia atau Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berada di balik serangan tersebut. Moskow hingga laporan awal Reuters dan Associated Press diterbitkan belum memberikan tanggapan atas tuduhan itu.

“Ini merupakan serangan yang tidak dapat diterima di zona ekonomi eksklusif Bulgaria,” kata Radev seusai pertemuan darurat pemerintah. Ia menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum maritim.

Satu Kapal Tenggelam, Awak Hilang

Perusahaan keamanan maritim Inggris Vanguard mengidentifikasi kapal yang tenggelam sebagai Alfa Watan, kapal kargo berbendera Togo. Kapal mengalami kerusakan struktural berat sebelum tenggelam, sementara jumlah awak yang berada di dalamnya belum diketahui secara pasti.

Operasi pencarian kemudian dilakukan untuk menemukan awak Alfa Watan yang hilang sekaligus memeriksa kemungkinan pencemaran lingkungan. Reuters melaporkan otoritas Bulgaria juga mengawasi potensi tumpahan minyak setelah kapal tersebut tenggelam.

Kapal kedua adalah Able, kapal kargo berbendera Palau yang membawa gandum. Kapal itu terbakar setelah terkena serangan, tetapi sebuah kapal Bulgaria berhasil mengevakuasi seluruh 18 awaknya.

Dua pelaut mengalami luka berat dan diterbangkan menuju rumah sakit di kota pelabuhan Varna. Sebanyak 16 awak lainnya berhasil dibawa ke daratan dengan selamat.

Posisi kedua kapal juga menarik perhatian penyelidik. AP melaporkan Able sedang berlayar ke selatan, sedangkan Alfa Watan bergerak ke utara ketika serangan terjadi.

Dengan demikian, fakta yang sejauh ini telah dikonfirmasi adalah adanya dua kapal yang terkena serangan drone udara dan laut dalam area yang relatif sama. Belum terdapat bukti independen yang dipublikasikan untuk memastikan jenis drone yang digunakan maupun siapa yang mengendalikannya.

Zelenskyy Tuding Rusia

Zelenskyy mengatakan militer Ukraina tidak sedang menjalankan operasi di bagian Laut Hitam tempat kedua kapal tersebut terkena serangan. Ia mengklaim komunikasi antara Angkatan Laut Ukraina dan Bulgaria menunjukkan serangan merupakan operasi gabungan Rusia menggunakan wahana udara dan laut.

“Tragedi terbaru yang melibatkan kapal-kapal sipil ini merupakan kelanjutan dari upaya Rusia untuk membuat bagian barat Laut Hitam sepenuhnya tidak aman bagi pelayaran,” kata Zelenskyy sebagaimana dikutip Reuters pada Selasa (6/10/2026).

Namun, klaim Kyiv belum menjadi kesimpulan resmi Bulgaria. Radev secara terbuka mengatakan asal drone masih belum jelas, sehingga atribusi serangan kepada Rusia tetap harus ditempatkan sebagai tudingan Ukraina, bukan fakta yang sudah terverifikasi secara final.

Seorang sumber keamanan maritim yang dikutip Reuters mengatakan penilaian awal menunjukkan serangan kemungkinan dilakukan Rusia. Penilaian awal tersebut juga belum disertai bukti teknis yang dipublikasikan kepada publik.

Baca Artikel Selengkapnya