Kapal Dagang Korsel Diserang di Selat Hormuz

1 jam yang lalu 5

Kapal perusak USS Rafael Peralta mengikuti sebuah kapal yang mencoba berlayar ke pelabuhan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Kapal Korea Selatan diserang saat mencoba melintasi Selat Hormuz pada Senin waktu setempat. Kebakaran terjadi menyusul serangan tersebut 

Aljazirah melansir, juru bicara perusahaan pengiriman Korea Selatan HMM mengatakan bahwa kebakaran dilaporkan terjadi di ruang mesin kapal curah dan penyebabnya sedang diselidiki. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan juga melaporkan adanya ledakan dan kebakaran di kapal tersebut, yang dikatakan memiliki 24 awak kapal pada saat itu. Di antara awak kapal ada 18 warga negara asing dan enam warga negara Korea Selatan.

Serangan itu menyusul meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz hari ini saat Amerika Serikat mengumumkan operasi mengawal kapal-kapal melintasi selat tersebut. Iran menyatakan masuknya kapal AS di Selat Hormuz adalah pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak tegas.

Militer Iran menyatakan, setelah memantau kapal perusak angkatan laut AS di kawasan Selat Hormuz mengeluarkan peringatan dan melepaskan tembakan peringatan dengan mengatakan “konsekuensi dari tindakan berisiko seperti itu akan menimpa musuh Amerika-Zionis”. 

Menurut kantor hubungan masyarakat angkatan darat, kapal perusak AS “mematikan radar mereka” di Laut Oman dan berusaha mendekati Selat Hormuz. “Segera setelah mereka mengaktifkan kembali radarnya, mereka terdeteksi dan mendapat peringatan radio dari angkatan laut Republik Islam Iran tentang bahaya pelanggaran gencatan senjata,” katanya. 

Kapal perusak AS mengabaikan peringatan tersebut, kata kantor tersebut. “Pada tahap ini… angkatan laut Iran mengeluarkan peringatan lebih lanjut dengan menembakkan rudal jelajah, roket, dan tembakan peringatan drone tempur di dekat kapal musuh,” lapor kantor berita IRIB.

Baca Artikel Selengkapnya