Jakarta (ANTARA) - J.P. Morgan Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mencapai level 7.000 pada Desember 2026, yang didorong oleh ekspektasi membaiknya sentimen pasar dan rendahnya posisi investor di pasar saham Indonesia.
"Tim JP Morgan masih expect (perkirakan) target Jakarta Composite Index (JCI) atau IHSG by December itu di 7.000," ujar Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan Indonesia, Benny Kurniawan dalam Media Briefing bersama J.P. Morgan di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, kenaikan IHSG pada akhir tahun berpotensi didorong oleh sentimen pasar yang semakin positif serta posisi investor, baik domestik maupun asing, yang saat ini relatif rendah.
"Jadi, kita masih expect ada kenaikan sampai akhir tahun, yang didorong oleh sentimen yang lebih positif dan positioning investor maupun lokal ataupun asing yang sebenarnya sudah cukup rendah tahun ini," ujar Benny.
Memasuki tahun 2027, J.P. Morgan melihat prospek pertumbuhan laba emiten masih cukup positif, yang mana konsensus memperkirakan pertumbuhan earnings sekitar 9 persen pada tahun depan.
"Saya rasa untuk ke depannya di tahun 2027 konsensus dari analyst expect earnings itu growth sekitar 9 persen tahun depan. Dan ini juga pasti ditopang oleh pengeluaran pemerintah, government spending lagi, dan juga investment," ujar Benny.
Ia melanjutkan, optimisme terhadap pasar modal Indonesia juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan yang masih terjaga, meskipun sejumlah segmen menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya input.
Menurutnya, selama pertumbuhan pendapatan atau top line tetap meningkat, daya tarik pasar Indonesia bagi investor masih akan terjaga.
"Tapi selama top line growth itu masih naik, dan di first half ini actually naiknya cukup kencang. Menurut saya investor tidak mungkin bisa melupakan Indonesia seperti itu saja," ujar Benny.
Sebagai informasi, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis (3/9), ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.667,89 dengan nilai transaksi perdagangan sebesar Rp18,57 triliun.
Baca juga: IHSG menguat di tengah pasar cermati sentimen global dan domestik
Baca juga: Saham Tokyo anjlok imbas Timur Tengah dan imbal hasil obligasi
Baca juga: BEI tunda implementasi harga saham Rp1 jadi pekan ketiga September
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·