Jerman Kirim Jet Tempur-Tutup Bandara Amankan Pesawat Diduga Dibajak

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang Jerman menutup bandara dan mengerahkan sejumlah jet tempur usai pesawat Corendon Airlines diduga dibajak pada Selasa (13/10).

Juru bicara kepolisian Jerman Michael Petzold mengatakan otoritas telah menerima kode langsung dari kopilot yang mengindikasikan adanya pembajakan di pesawat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kami tidak bisa menghubungi kokpit, dan menara pengawas juga tidak bisa menghubungi kokpit, kami harus berasumsi yang terburuk, bahwa itu mungkin memang pembajakan," ujarnya, seperti dikutip ABC News.

Menurut laporan kantor berita Jerman, DPA, polisi menutup akses ke bandara Nuremberg sebagai tindakan pencegahan menyusul sinyal tersebut.

Juru bicara bandara sementara itu mengatakan enam penerbangan terpaksa ditangguhkan dan dua penerbangan yang akan tiba dialihkan ke bandara lain.

Dalam pernyataan kepada Associated Press (AP), maskapai Corendon Airlines menjelaskan bahwa pesawat Boeing 737-800 yang terbang dari Corfu, Yunani, ke Nuremberg, Jerman, mengirim kode darurat pada Selasa pagi saat terbang di atas wilayah Kroasia.

Sinyal itu dikirim karena pesawat mendeteksi kerusakan pada sistem komunikasi radio.

Kendati demikian, maskapai memastikan tidak ada situasi darurat di dalam perjalanan udara tersebut. Pesawat mendarat dengan selamat bersama dengan 178 penumpang dan awak pesawat.

Otoritas di semua negara Eropa belakangan meningkatkan pengawasan di wilayah udara menyusul insiden pesawat tak berawak yang terbang misterius di beberapa negara.

Negara-negara Eropa umumnya menuduh Rusia dalang di balik pesawat nirawak tersebut.

Bulan lalu, pemerintah Jerman menyalahkan Moskow atas upaya serangan di Bandara Leipzig/Halle yang menggunakan pesawat tak berawak berbahan peledak. Pasca insiden tersebut, Jerman menutup konsulat Rusia sebagai salah satu tanggapan.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah membantah negaranya terlibat dalam peristiwa tersebut.

Moskow kerap dituduh melakukan sabotase dan disrupsi kepada negara-negara Eropa buntut invasinya ke Ukraina. Negara-negara Eropa menuding Rusia berusaha melemahkan dukungan untuk Ukraina dan mengacaukan stabilitas di kawasan.

(blq/rds)

Baca Artikel Selengkapnya