Jakarta (ANTARA) - Lebih dari 90 persen dari 130 butir aksi kerja sama Jepang dan ASEAN yang tertuang dalam Rencana Implementasi Pernyataan Visi Bersama tentang Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-Jepang telah dilaksanakan atau sedang dalam proses implementasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Jepang untuk ASEAN Yonetani Koji saat wawancara bersama ANTARA dalam program International Corner di Jakarta, pada Kamis.
Menurut Yonetani, capaian tersebut dikonfirmasi dalam evaluasi bersama yang dilakukan melalui komite gabungan pada Mei 2026.
“Dan kita telah mengonfirmasi bersama bahwa lebih dari 90 persen butir aksi telah dilaksanakan atau sedang dalam proses implementasi,” kata Dubes Yonetani.
Menurut dia, 130 butir aksi yang disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi Peringatan 50 Tahun ASEAN-Jepang tersebut mencakup tiga pilar, yakni mitra dari hati ke hati lintas generasi, mitra untuk menciptakan bersama ekonomi serta masyarakat untuk masa depan, serta mitra untuk perdamaian dan stabilitas.
Dubes Yonetani mengatakan implementasi berbagai program tersebut menunjukkan bahwa hubungan Jepang dan ASEAN telah berkembang dari hubungan yang dibangun berdasarkan prinsip saling memahami menjadi kemitraan strategis yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Saya dapat mengatakan bahwa hubungan dari hati ke hati yang telah kita bangun kini telah berkembang menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif antara ASEAN dan Jepang. Dan kemitraan tersebut diterjemahkan ke dalam tindakan konkret serta kerja sama praktis yang kita rencanakan, laksanakan, dan evaluasi bersama secara berkala,” ujarnya.
Pada 2023, para pemimpin ASEAN dan Jepang mengumumkan Pernyataan Visi Bersama dalam KTT untuk memperingati 50 tahun Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-Jepang.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi dasar bagi rencana implementasi yang memuat 130 butir aksi.
Yonetani mengatakan kemajuan implementasi tersebut juga tidak terlepas dari fondasi kepercayaan yang dibangun Jepang dan ASEAN selama puluhan tahun.
Menurut dia, kepercayaan merupakan capaian paling signifikan dalam hubungan kedua pihak.
“Pencapaian paling signifikan dalam hubungan kita dengan ASEAN, dan hal ini dapat saya katakan dengan penuh keyakinan, kepercayaan yang telah kita bangun selama bertahun-tahun,” katanya.
Dia mengatakan Jepang dan ASEAN telah bekerja sama sejak 1977 dan membangun fondasi berupa saling percaya, saling menghormati, serta saling memahami.
Hubungan tersebut terus berkembang melalui berbagai pengalaman bersama, termasuk ketika menghadapi krisis keuangan Asia, gempa bumi besar di Jepang, dan pandemi COVID-19.
Ke depan, Jepang dan ASEAN juga akan menghadapi sejumlah tantangan baru, termasuk perkembangan teknologi transformatif seperti kecerdasan buatan (AI) serta perubahan iklim.
Jepang, katanya, menilai kerja sama untuk menghadapi peluang dan tantangan tersebut akan semakin penting.
Baca juga: Jepang puji peran Indonesia dalam kepemimpinan ASEAN dan Asia
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·