Jenderal IDF Ungkap Perang Baru dengan Iran akan Tunda Pemilu Israel

3 minggu yang lalu 18

Peserta dari masyarakat sipil Peduli Palestinamenginjak bendera Israel saat menggelar aksi Solidaritas untuk Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (14/6/2026). Dalam aksinya, massa mengecam tindakan zionis Israel atas genosida yang terjadi di Palestina, menuntut pemerintah di seluruh dunia untuk menangkap pelaku kejahatan genosida. Selain itu mereka mendesak otoritas internasional untuk segera membebaskan peserta land convoy Global Sumud Flotilla dalam misi kemanusiaan menembus blokade Gaza yang hingga saat ini masih ditawan oleh kelompok milisi bersenjata di Libya Timur serta mengajak masyarakat untuk peduli terhadap hak-hak kemerdekaan Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir menegaskan kepada pejabat senior pemerintah dan militer Amerika Serikat bahwa eskalasi militer baru dengan Iran dapat memaksa Israel menunda pemilihan umum, pada 27 Oktober mendatang.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Zamir menyoroti kekhawatiran serius terkait konsekuensi keamanan dan politik dari konfrontasi langsung lainnya dengan Teheran. Ia memperingatkan, pecahnya pertempuran berskala besar yang berdekatan dengan jadwal pemungutan suara dapat membuat penyelenggaraan pemilu tepat waktu menjadi tidak memungkinkan.

Petinggi keamanan Israel sebelumnya telah mengidentifikasi waktu menjelang 27 Oktober sebagai periode yang sangat sensitif. Pertemuan untuk penilaian bersama juga telah digelar pekan ini untuk memastikan pemilu dapat berlangsung dengan aman.

Trump Klaim Diskusi Produktif dengan Iran

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS sedang melakukan "diskusi yang produktif dengan Republik Islam Iran."

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai bagaimana pembicaraan tersebut berlangsung—apakah melalui perantara atau isu spesifik apa yang sedang dibahas.

Kendati demikian, rumor sempat merebak di Washington dalam beberapa jam terakhir bahwa Trump akan mengumumkan serangan militer terhadap Iran menjelang pemilu sela Kongres pada 3 November.

Spekulasi tersebut memicu kenaikan harga minyak pada perdagangan Kamis pagi. Pernyataan Trump diperkirakan menjadi bagian dari upaya untuk meredakan lonjakan harga tersebut.

Trump menegaskan bahwa AS terus menekan Iran, yang menurutnya telah "hancur secara ekonomi dan militer." Namun, ia juga menyinggung bahwa Iran masih berhasil menyalurkan minyak melalui Selat Hormuz. Dalam 24 jam terakhir, Trump menyebut sekitar 22 juta barel minyak melintasi selat tersebut—jumlah yang melebihi volume sebelum perang dimulai.

Baca Artikel Selengkapnya